Puluhan Anak Terima Beasiswa Tepat di Hari Kemerdekaan RI

by
Direktur Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini menyerahkan beasiswa kepada puluhan anak saat peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 (17/8). FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Bertepatan dengan hari kemerdekaan, puluhan Anak Dengan HIV-AIDS (ADHA) dan anak dengan orang tua HIV-AIDS (ODHA) dan menerima beasiswa dari Clerry Cleffy Institute.

Beasiswa itu sebagai dukungan nyata bagi masa depan anak-anak yang dengan kondisi kesehatan yang tidak mekasimal namun memiliki tekad kuat. Ada 26 anak yang menerima bantuan beasiswa senilai Rp 55 juta. Rp 3 juta dari beasiswa itu telah dibelikan alat menggambar dan tulis bagi anak-anak yang kemudian digunakan saat lomba menggambar pagi tadi.

Pendiri Clerry Cleffy Institute, Dwi Prihandini mengatakan beasiswa itu untuk sebagai biaya pendidikan dan tumbuh kembang anak. “Saya ingin agar beasiswa ini membantu tumbuh kembang anak, menunjang minat bakat dan agar mereka merasa jadi anak seutuhnya,” jelasnya usai pemberian bantuan di Hotel Paccific Ambon siang (17/8/2019).

Menurut dewan pengawas Marisza Cordoba Foundation itu, anak-anak berhak mendapat kehidupan, pendidikan yang layak tak peduli apa latar belakangnya. Sayangnya pengetahuan minim dan kesadaran lingkungan sosial cenderung menutup ruang gerak mereka.

Loading...

Karena itu melalui bantuan tersebut Dini berharap dapat dikelola dan digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan anak. Dalam hal ini Clerry Cleffy Institute bermitra dengan Rumah Beta sebagai pengelola beasiswa tersebut.

Evelyn Kaya, Direktur Rumah Beta bertugas untuk menyalurkan beasiswa agar tepat sasaran. “Beasiswa ini nanti diberikan sebagai uang sekolah, transport, atau biaya pendidikan lain. Ini kami bagi tiap bulan kepada masing-masing orang tua supaya cegah penggunaan tidak sesuai kebutuhan,” terang Evie.

Nantinya tiap anak berhak menerima bwasiswa sebesar Rp 2 juta yang akan diberikan secara cicil tiap bulan.  Dengan begitu, katanya, orang tua dapat mengarahkan kebutuhan anak dengan baik.

Anak-anak penerima beasiswa diakuinya datang dari latar belakang berbeda. Ada yang dari keluarga lengkap, janda, belum punya pekerjaan dan penghasilan tetap. Beasiswa tersebut dapat membantu mereka menyokong aktifitas pendidikan sang anak tiap bulan.

Dia berharap dengan pengelolaan satu pintu, ada kesejahteraan dan kemerdekaan pada anak-anak untuk menerima pendidikan dengan baik. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *