Puluhan Rumah Warga di Kawasan Soabali Ambon Terbakar

by
Warga berusaha memadamkan api dari air kali Silale dengan peralatan seadanya saat kebakaran di kawasan Soabali Ambon Senin (24/10)

AMBON-Kebakaran besar melanda kawasan Soabali Kelurahan Silale Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Senin (24/10) siang. Api membakar puluhan rumah warga di kawasan pemukiman padat itu. Warga berusaha memadamkan kebakaran dengan memanfaatkan air kali Silale yang berada di sekitar lokasi kebakaran itu. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran serta jumlah kerugian akibat kebakaran itu. Namun informasi yang diperoleh Terasmaluku.com menyebutkan, penyebab kebakaran diduga akibat kompor yang meledak dari sebuah dapur milik warga. Karena lokasi rumah yang berhempitan dan kebanyakan terbuat dari kayu menyebabkan api cepat membakar ke rumah warga lainnya.
Selain itu, angin yang kencan juga membuat api dengan cepat menghanguskan rumah – rumah lainnya. Warga berusaha memadamkan kebakaran ini dengan air dari kali Silale. Mereka menyiram air kali ke kobaran api tersebut dengan peralatan seadanya. Sulitnya lokasi kebakaran juga menyebabkan mobil pemadam kebakaran masuk ke lokasi kebakaran, sehingga memicu kebakaran terus meluas. Delapan unit mobil pemadaman kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, satu unit mobil water canon milik Polda Maluku, serta satu unit mobil air milik warga dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.
Ratusan warga bersama tim pemadaman kebakaran juga bersama – sama menjinakan api. Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan SPBU dan Agen Gas Elpiji di kawasan Soabali membuat warga panik. Untuk mencegah hal – hal tidak diinginkan, pengelola SPBU menutup sementara pelayanan kepada konsumen. Warga dan aparat keamanan berusaha menyelamatkan barang – barang dari rumah warga akibat kebakaran itu.Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian.
Menurut para korban, peristiwa kebakaran itu berlangsung cepat sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan barang-barang. “Saat kebakaran terjadi saya lagi tidur – tidur di rumah, tiba – tiba terdengar bunyi ledakan, kemudian terdengar teriakan orang minta tolong. Saya keluar dan melihat ternyata api sudah membakat rumah kami.Saya, bersama suami dan anak keluar dengan pakian di badan, tidak sempat menyelamatkan barang -barang, kejadiannya begitu cepat,” kata Wati, saat ditemui di emparan asrama TNI kawasan Soabali. Ia menyatakan, tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena lokasi rumahnya berdempetan dengan sumber api pertama. Apalagi rumahnya hanya berdinding papan.
Hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. “Penyebab kebakaran belum diketahui, anggota masih bekerja di lapangan. Begitu juga dengan jumlah rumah yang terbakar, dan korban jiwa,” kata Kabag Operasi Polres Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease AKP Bachri Hehanussa,saat ditemui di lokasi kebakaran itu.
Namun diperkirakan ada sekitar 50 rumah warga yang terbakar. Warga yang rumahnya mengalami kebakaran saat ini masih bertahan di jalan – jalan dan emperan rumah warga di kawasan Soabali. Mereka menyatakan belum mengetahui kemana tempat tinggal sementara setelah peristiwa ini. “Kita akan mendata jumlah korban, dan akan diambil langkah-langkah penanganan tanggap darurat kepada korban,” kata Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Ambon, Enrico Matitaputty saat ditemui di lokasi kebakaran itu. Hingga berita ini disusut, petugas pemadaman kebakaran dari Pemkot Ambon masih berada di lokasi untuk memadamkan sisa – sisa kebakaran ini. (ADI)