Pupuk Organik, Buah Tangan Warga Telaga Kodok Selama Pandemi

by
Nasarudin Bin Taher dan pupuk organik bikinannya dan kelompok tani di Telaga Kodok, terjual ratusan bungkus, (9/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pupuk lokal organik jadi salah satu produk baru bikinan warga Dusun Telaga Kodok (telko) Kecamatan Leihitu Kabupaten, Maluku Tengah Pulau Ambon. Ide yang muncul selama masa pandemi itu sudah terjual hingga 200 bungkus. Terhitung sejak September 2020 hingga 2021.

Bahan-bahan yang mereka gunakan merupakan bahan natural dari lingkungan sekitar. Nasarudin Bin Taher bersama kelompok taninya, meracik bahan baku alam itu hingga menjadi pupuk organik.

Pupuk organik dijual kepada warga sekitar maupun melalui penjualan online

Itu mereka lakukan saat mengisi waktu di masa pandemi. Dulunnya lahan di telko dijadikan kebun Bungan matahari lalu berganti menjadi bunga tropis lain. Namun saat pandemi aktivitas warga dusun menurun.

Dia dan warga lainnya berkreasi dengan memanfaatkan bahan baku alami di sekitar tempat tinggal mereka.

“Katong buat sendiri pas pandemi itu. katong manfaatkan yang ada dan di sini sudah terkenal dengan hasil tanah. jadi katong coba jual pupuk,” terang Nasarudin kepada wartawan saat mengunjungi kebunnya beberapa waktu lalu.

Bersama kelompok tani mereka membuat pupuk dari kotoran sapi dan daun-daun kering. Semua bahan dicampur dan didiamkan untuk proses fermentasi sekitar 2 minggu.

Setelah rampung, pupuk alami itu mereka kemas dalam ukuran 1 kilogram. “Katong jual untuk warga di sini. Ada juga yang dari luar beli online. Atau ada warga yang jadi reseller,” terangnya.

Konsep penjualan yang mereka usung sederhana. Produk pupuk organik mereka jual secara di kampung. Sebagian juga dipromosikan secara online.

Oleh beberapa ibu rumah tangga di sana ada yang jelih melihat peluang bisnis. Mereka membeli dari kelompok tani Pak Nasarudin kemudian dijual kembali.

“Katong jual satu pak Rp 10.000. Kalau ada yang mau jual lagi silahkan. Ini juga sudah bisa bantu warga sini,” terang inisiator kebun bunga matahari itu.

Saat ini kata Nasar belum ada penanaman bunga matahari. Namun dia tengah mengembangkan jenis bunga tropis lain. Serta kangkung organik dengan pupuk organik bikinannya. Semua hasil kebun itu dijual kepada warga sekitar pun di luar.

Julfitra Majapahit selaku ketua Remaja Masjid Al-Falah Telko menamabhakan saat malam tahun baru 2021 lalu, dusunya kebanjiran pembeli jagung. “Kebetulan di sini warga banyak tanam jagung dan rasanya beda. Orang-orang semua datang cari jagung sampai jam 10 malam,” tutur dia.

Dia berharap di masa mendatang hasil pertanian dan kebun Telaga Kodok bisa jadi sumber penghasilan dan mampu gerakan ekonomi. (PRISKA BIRAHY)