Raja Se Maluku Deklarasi Pileg, Pilpres Damai, Tanpa Hoax, Berikut Naskah Deklarasinya

by
Para raja se Provinsi Maluku mendeklarasikan Pileg, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk yang berlangsung di Monumen Gong Pedamaian Dunia Kota Ambon, Kamis (14/2/2019) siang. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Para raja se Provinsi Maluku mendeklarasikan Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang aman, damai, sejuk tanpa hoax di Maluku. Deklarasi Pemilu dan Pilpres damai ini berlangsung di Monumen Gong Pedamaian Dunia Kota Ambon, Kamis (14/2/2019) siang.

Naskah deklarasi Pemilu damai dibacakan langsung Ketua Umum Majelis Latupati Maluku Ibrahim. M.H.Wokas, Raja Negeri Urung Kabupaten Seram Bagian Timur. “Kami para Raja se Maluku  mendukung dan mewujudkan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk di Provinsi Maluku,” kata Ibrahim saat membacakan naskah deklarasi.

 

Berikut Naskah Deklarasi Damai Pileg dan Pilpres 2019 para raja se Maluku.

Pertama : Berkomitmen Menjaga Keutuhan NKRI, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua : Mendukung suksesnya Pileg dan Pilpres Tahun 2019, tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang.

Ketiga : Senantiasa mengorbankan semangat jiwa orang basudara, sebagai wujud kebersamaan di tengah perbedaan, dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusian dan persatuan yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Keempat : Mendukung Terwujudnya kedaulatan Pemilih, melalui pemilu yang jujur, adil dan demokratis.

Kelima : Mengedepankan  prinsip, norma serta tatanan adat dan budaya Maluku yang menjunjung tinggi hubungan orang basudara, dengan dijiwai filosofi Siwalima dalam menjaga dan memelihara Maluku yang aman harmonis.

Ibrahim mengatakan deklarasi Pileg dan Pilpres damai ini agar pelaksanaan pesta demokrasi di Maluku berlangsung sesuai dengan aturan yang berlaku. Tanpa hoax, politisasi SAR, politik uang dan tindakan intimidasi. Menjunjung  tinggi perbedaan dalam memilih serta mendukung pemilih berdaulatan dalam menentukan pilihan politiknya. “Katong orang Maluku ini harus dalam keadaan damai meski pilihan politik kita berbeda-beda. Itu kita hormati dan kita junjung tinggi dalam semangat persaudaraan,” kata Ibrahim.

Ia juga meminta masyarakat di Maluku untuk tidak menyebar berita hoax menjelang Pileg dan Pilpres. Karena menurutnya banyak berita hoax beredar, dan dengan kecanggihan teknologi saat ini penyebaran hoax dapat menimbulkan potensi kerawanan di masyarakat. Majelis Latupati Maluku merupakan lembaga adat yang mewadahi berhimpunnya raja-raja representasi masyarakat adat Maluku

“Demikian Deklarasi Damai Majelis Latupati Maluku, dan mengharapkan kepada segenap warga Maluku di mana saja, khususnya masyarakat adat di seluruh Maluku, untuk secara bersama-sama mewujudkan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 yang aman dan damai dan sejuk,” kata Ibrahim. (ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *