Rakerda Provinsi di Larat, Cara Assagaff Atasi  Masalah Pembangunan di Daerah

by
Gubernur didampingi Bupati MTB saat membuka Rakerda Provnsi di Larat pada Minggu (6/8). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-SAUMLAKI-Untuk keenam kalinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar  Rapat Kerja Daerah (Rakerda)  dipusatkan  di kecamatan. Untuk tahun 2017 ini, Rakerda Provinsi Maluku  berlangsung di Balai Temarlolan, Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) pada Minggu (6/8).

Jurnalis Terasmaluku.com, Alfian Sanusi, melaporkan  Rakerda ini dibuka langsung Gubernur Maluku Said Assagaff. Gubernur memboyong hampir seluruh pimpinan SKPD  lingkup Pemprov Maluku untuk membahas masalah pembangunan di daerah itu dan Maluku secara umum. Turut hadir dalam Rakerda ini, Bupati MTB Petrus Fatlolon dan jajaran pimpinan SKPD lingkup Pemkab MTB.

Gubernur Assagaff mengatakan, Rakerda merupakan langkah strategis untuk menghasilkan berbagai hal yang positif untuk keberlanjutan pelaksanaan pembangunan baik itu Provinsi Maluku maupun Kabupaten MTB.  “Kita ingin melihat dan mendapatkan  informasi secara langsung dari masyarakat soal masalah pembangunan, kebutuhan yang dihadapi dan kita bahas dan putuskan untuk mengambil langkah- langkah cepat,” kata gubernur.

Menurut Assagaff, Rakerda di daerah ini juga merupakan wujud perhatian Pemprov Maluku  terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang lebih baik kedepan.  Pembangunan  diawali dengan perencanaan dan mengutamakan kepentingan serta  kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah.

Sejak kepemimpinannya, Gubernur Assagaff memilih menggelar Rakerda Provinsi di kecamatan pada wilayah Kabupaten dan kota se Maluku. Rakera dilakukan secara bergilir, tujuannya, ya itu agar gubernur dan pejabat Pemprov mengetahui secara langsung kebutuhan dan permasalah di daerah sehingga cepat mengambil tindakan.  Gubernur menyatakan, Rakerda di daerah sangat efektif, yang selama ini digelar di Kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku.

Lebih jauh gubernur  mengungkapkan, selama ini ada orang mengatakan, Pemprov Maluku tidak berhasil dalam melaksanakan pembangunan. Hal tersebut menurut gubernur  salah besar, mengingat sampai saat ini ada sejumlah keberhasilan yang diraih Pemprov Maluku, terutama pada  indikator makro dan ekonomi.

Antara lain pertumbuhan ekonomi berdasarkan data Bank Indonesia, 6,4 persen dan cukup tinggi dari rata-rata nasional, inflasi dari 6 persen turun menjadi 3,26 persen, pendapat per-kapita rakyat Maluku dari 14 juta menjadi 16 juta, kemiskinan turun dari 19,25 persen menjadi 18,45 persen, pengangguran turun 9,25 persen menjadi 7 persen, usia harapan hidup orang Maluku naik dari 67 ke 68 tahun.

Angka kematian ibu hamil menurun dan lain sebagainya.  “Visi misi saya itu kita bangun Maluku damai, aman, sejahtera, berkualitas, religius dan berdemokratis, kalau saya terpilih kembali kita lanjutkan visi dan misi itu,” katanya.

Sementara itu, Bupati MTB Petrus Fatlolon dalam forum Rakerda Provinsi itu   meminta dukungan Pemprov Maluku untuk  mengatasi berbagai persoalan di daerahnya.  Seperti percepatan pembangunan Ireil Batu Putih, percepatan pembangunan pelabuhan laut dan dermaga feri untuk mendukung trans Maluku.

Selain itu, Bupati  minta perhatian Pemprov  Maluku untuk percepatan pemerataan  pembangunan listrik, percepatan pembangunan sarana air bersih, pembangunan rumah layak huni, percepatan pembangunan drainase, percepatan pembangunan sarana komunikasi. Serta  peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalam menghadapi operasional Blok Masela.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada gubernur dan  Pemprov Maluku mau menggelar Rakerda di Kota Larat, semoga dengan kegiatan di tempat   ini masalah – masalah yang selama ini dihadapi kami dan masyarakat bisa mendapat perhatikan pemerintah provinsi,” katanya.

Atas permintaan bupati itu, gubernur langsung merespon dan meminta Satuan Kerja Perangkat Dinas  (SKPD) terkait untuk meresponnya. Untuk tahun depan, pihaknya berencana menggelar  Rakerda Provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Aru. Namun sebelum itu menurut gubernur, program atau kegiatan prioritas yang direncanakan saat Rakerda di  Pulau Manipa Kabupaten Seram Bagian Barat pada 2016  dan Rakerda di  Kota Larat, MTB tahun 2017 ini  dituntaskan dulu. (IAN)