Rakor Dengan Staf Kantor Kepresidenan, Ini Yang Dilaporkan Polda Maluku

by
Foto : Humas Polda Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapolda Maluku Irjen Pol. Refdi Andri, menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama staf kantor Kepresidenan RI Kamis (2/9/2021).

Rakor yang digelar di rumah dinas Kapolda Maluku, Asrama Tantui, Kota Ambon ini mengenai situasi kamtibmas, pelaksanaan vaksinasi dan penerapan PPKM.

Dalam rakor itu, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Jan de Fretes, dan Ketua Tim dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Theo L.A Litaay.

Turut hadir Irwasda Maluku, Karo Ops, Direktur Intelkam, Direktur Binmas, Kabid Humas, Kepala Rumkit Bhayangkara, dan Perwakilan Kabid Dokkes Polda Maluku.

Rakor dan audiensi bersama Staf Kantor Kepresidenan dibuka langsung oleh Kapolda Maluku. Ia memaparkan tentang situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), perkembangan penanganan dan vaksinasi Covid-19 di Maluku.

Terdapat tiga staf dari Kantor Staf Kepresiden yang ditugaskan di Maluku untuk melakukan monitoring. Mereka yakni ketua tim Theo L.A Litaay, yang bertindak sebagai tenaga ahli utama, Mufti Makarima, tenaga ahli utama, dan Raditya Herpramudita, tenaga etrampil.

Dalam rakor itu, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto ikut memaparkan situasi kamtibmas, yang dilanjutkan dengan perkembangan penanganan Covid-19.

Antonius juga menyampaikan data ketersediaan oksigen di provinsi Maluku, perkembangan vaksinasi, data tenaga kesehatan (nakes) dan tracing, kegiatan bansos, serta Gerai Vaksinasi Presisi (GVP) Polda Maluku.

Pada kesempatan itu, Ketua tim dari Kantor Staf Kepresidenan Theo L.A Litaay, menyampaikan banyak terima kasih kepada jajaran Polda Maluku atas sambutan yang diberikan.

“Terima kasih juga karena sudah memberikan paparan situasi kamtibmas, vaksinasi dan PPKM yang dilaksanakan pada jajaran Polda Maluku. Tak lupa juga kami menyampaikan salam dari Kepala Staf Kepresidenan (Moeldoko). Atas perintah kepala staf tim kami ditunjuk untuk monitoring langsung pelaksanan-pelaksanaan yang ada, tim kami sudah melakukan monitoring yang rata-ratanya bervariasi,”kata Theo.

Menurut Theo, setiap provinsi di Indonesia memiliki kendalanya masing-masing. Apalagi Maluku yang merupakan wilayah kepulauan. Di sinilah terjadi kendala peninjauan.

“Tetapi kami melihat hal yang menonjol katakanlah hal trend di Pulau Jawa tetapi di wilayah tersebut menurun. Terutama pelaksanaan PPKM, banyak terjadi hoax di beberapa provinsi, tetapi Ambon dapat dibatasi hoax yang terjadi di mana-mana,” jelasnya.

Theo mengaku sasaran pelaksanaan monitoring yang dilakukan Kantor Staf Kepresidenan. Yaitu Pelaksanaan di lapangan tentang kesehatan, penebalan yang dilakukan rekan-rekan TNI-Polri, dan elemen masyarakat sipil, entah itu pertemuan secara offline maupun online.

“Kami juga akan menggalih beberapa isu, dinamika politik atau pun kesehatan yang ada di Maluku, kami lihat Maluku dapat berubah menjadi zona kuning, hal apa yang diberikan karena banyak menjadi kendala dengan perubahan ini. Obat-obatan Sintometic dan vitamin, vaksin mobile,” kata dia.

BACA SELANJUTNYA