Ratusan Ikan Warga Hative Kecil Mati Misterius di Keramba

by
Ratusan ikan mati dari keramba usai ada Perumahan warna air di sekitar sejak Minggu 6 Juni. FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Pengusaha keramba di Desa Hative Kecil merugi. Ratusan ikan di keramba yang baru dia rintis mati setelah air laut sekitarnya keruh.

Ferol Tipawael menumukan ikan ikan dalam kerambanya mati sejak Senin (7/6/2021) hingga Rabu (9/6/2021) malam.

Keramba milik Ferol tersisa hanya 100an ekor ikan

Ikan jenis bubara itu masih berusia sekitar 2 bulan. Dan Fero baru memulai usahanya itu sekitar 4 bulan di Kampung Kolam, Desa Hative Kecil.

BACA JUGA : Klarifikasi PLN Terkait Dugaan Ada Limbah Penyebab Ikan Mati

BACA JUGA : Diduga Kena Limbah PLTD, Pengusaha Keramba Merugi 400 Ekor Ikan Mati

“Senin itu beta dapat ikan mati ada 40 ekor. Tapi seng pikir kata nanti parah. Esoknya mati lebih banyak,” jelas Ferol kepada Terasmaluku.com di dekat keramba miliknya Kamis siang (10/6/2021).

Dia bercerita pada Selasa (8/6/2021) sore dia menemukan 300 lebih ekor anaknya ikan bubara dalam keramba mati mengapung usai diberi makan.

Kondisi air sekitar keramba pun mulai berubah warna. Berwarna gelap. “Warna merah karat atau coklat karat bagitu. Su dari Senin lai ada. Tapi katong seng pikir ikan nanti banyak begini,” lanjutnya menerangkan.

Fero yang melihat kejadian aneh itu lantas mengabari saudaranya. Dari pengakuan mereka, kondisi air yang keruh itu terjadi sejak Minggu.

Namun menurut mereka yang tinggal di pesisir Laut Teluk Ambon, kondisi tersebut lumrah. Pernah terjadi. Namun tak sampai akibatkan kematian ikan seperti ini.

“Sebelum kejadian, warna air laut berubah merah kecoklatan, seperti air karatan. Sedangkan saat ikan mati, air ditambak berbusa,” ujarnya.

Dari kejadian itu Ferol dan dua anggota keluarganya melapor kondisi tersebut ke pihak PLTD Hative Kecil. Mereka menduga kondisi ini disebabkan pembuangan limbah.

Salah seorang tetangga yang ditemui, Kamis (10/6/2021) menambahkan kejadian serupa pernah terjadi lama. Penyebabnya buangan limbah PT WIKA yang ada di Hative Kecil. PT WIKA adalah perusahan yang menggarap PLTD Hative Kecil.

Nelayan dan pengusaha keramba yang merugi pun telah mendapat ganti rugi. Saat dikonfirmasi para petugas PLTD menyatakan mesin sudah tidak beroperasi selama 1 minggu.

“Kata petugas mesin tidak beroperasi satu minggu, jadi tidak ada aktivitas,” jelas pria yang dulunya nelayan tangkap itu.

Saat mengunjungi lokasi siang tadi, Feron menunjukkan jarak keramba berukuran 2×2 meter itu dengan saluran buangan dari PLTD. Jaraknya sekitar 109 meter.

Dugaan itu, katanya akan dibuktikan dengan hasil sampel air yang diambil pihak PLTD di laboratorium. (PRISKA BIRAHY)