Ratusan Penjabat Negeri Dilantik, Ini Perintah Tegas Bupati SBT

by
Bupati Abdul Mukti Keliobas, melantik ratusan Penjabat Negeri dan Negeri Administratif se-kabupaten SBT di Aula Pandopo Bupati, Sabtu, 16/1/2021. Foto, Sofyan Kastela.

TERASMALUKU.COM,-BULA-Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas, kembali melantik ratusan Penjabat Negeri, Negeri Administratif di jajaran Kabupaten SBT, Sabtu (16/1/2021).

Pelantikan itu, sesuai keputusan Bupati SBT nomor, 01 tahun 2021 tentang pengangkatan Kepala Penjabat Pemerintah Negeri, dan Negeri Administratif. Serta pemberhentian Kepala Penjabat Pemerintah Negeri, dan Negeri Administratif se-kabupaten SBT.

Loading…

Pelantikan ratusan penjabat desa yang berlangsung di Aula Pandopo Bupati SBT itu kata Bupati, sebagai bukti memenuhi janjinya kepada masyarakat, saat akhir kampanye pada Pilkada 2020 kemarin.

Bupati menjelaskan, sepekan jelang Pilkada Serentak 09 Desember 2020 lalu, terjadi perombakan dan pergantian Kepala Penjabat Negeri dan Negeri Administratif secara besar-besaran di SBT yang dilakukan Pjs Bupati SBT, Hadi Sulaiman kala itu dan Sekretaris Daerah (Sekda) SBT Syarif Makmur.

“Karena saya sudah berjanji, apabila saya kembali diberikan amanah, atau kembali untuk melaksanakan tugas setalah masa cuti kampanye, maka saya akan kembalikan jabatan itu kepada saudara-saudara,”tutur Bupati,

Selain Itu secara tegas, Bupati Abdul Mukti Keliobas di ruangan pelantikan memerintahkan, semua yang dilantik harus memahami regulasi menyangkut pengelolaan keuangan dana desa dan alokasi dana desa. Agar tidak bermasalah dengan pihak hukum.

“Untuk itu, saya tekankan, belajar tentang semua regulasi. Baik itu dari peraturan pemerintah sampai pada regulasi lainya. Yang mana jadi tanggungjawab kepala desa, itu harus laksanakan dengan baik,” tegas Bupati SBT dihadapan ratusan penjabat yang dilantiknya.

Bupati juga menghibau, jangan berfikir Penjabat Negeri dan Negeri Administratif itu dijalankan dengan gampang-gampang saja. Kata Bupati, SBT ini, kalau dalam pengelolaan dana desa, SBT paling terjelek di Kabupaten SBT.

“Ini, katong (kita) buktikan dengan beberapa kepala Negeri Administratif yang berurusan dengan hukum” tutur Bupati, sembari mengharapkan hasil terbaik dilaksanakan oleh penjabat yang baru dilantik. (Sofyan)