Ratusan Peserta Tour de Ambon Manise Berhasil Finish

by
Peserta Tour de Ambon Manise mencapai finish di The Natsepa Hotel, Senin (19/11/2018) malam. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Setelah gowes atau bersepeda selama tiga hari sejak Sabtu (17/11/2018) sekitar 430 peserta Tour de Ambon Manise (TDAM) 2018, mencapai finish di Natsepa Hotel Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Senin (19/11/2018) malam.

Peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara ini berhasil capai finish setelah bersepeda dari Desa Rumakay Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kemudian menyebrang dari Pelabuhan Fery Waipiri Kairatu menuju Pelabuhan Hunimua Desa Liang Kabupaten Malteng yang merupakan etape terakhir TDAM 2018.

Peserta Tour de Ambon Manise mencapai finish di The Natsepa Hotel, Senin (19/11/2018) malam. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

Di sepanjang jalan yang dilalui dari Pelabuhan Hunimua, peserta disambut antusias ratusan warga di jalan-jalan. Bahkan di Desa Tulehu, ratusan anak sekolah membentuk pagar hidup dan melambaikan Bendera Merah Putih memberi semangat kepada peserta saat melintasi desa itu meski sudah malam harinya.

Begitu capai finish, peserta mendapat pengalungan mendali dari Polisi Wanita Polda Maluku. Para peserta meluapkan kegembiraan mereka dengan bersorak dan berfoto di venue TDAM karena berhasil capai finish dengan total 236 KM sejak star di lokasi yang sama. Diantara peserta adalah Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Wakapolda Maluku Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus, Kasdam 16 Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan,Brigjen Pol Daniel Pasaribu, mantan Wakapolda Maluku.

Kapolda mengungkapkan rasa bahagia, bangga dan bersyukur karena ivent yang baru pertama digelar di Maluku. “Setelah bersepada selama tiga hari, mulai dari star di Hotel Natsepa ini, kemudian melintasi wilayah Kota Ambon, wilayah Maluku Tengah, menyebrang ke Kota Masohi,bermalam di Waipia menuju tempat wisata Ora Negeri Saleman, kemudian menuju Desa Rumakay dan bersepeda lagi, hingga akhirnya kita selesaikan semua etape dan capai finish dengan selamat malam ini. Ini semua anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,”kata Kapolda.

TDAM yang berkonsep sepeda santai ini merupakan ide Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa. Irjen Pol Royke Mantan Kakor Lantas Polri ini mengungkapkan TDAM digelar untuk memperkenalkan pariwisata Maluku terutama Pulau Ambon dan Pulau Seram, lokasi yang disinggahi peserta TDAM serta menciptakan suasana kondusif di masyarakat menyambut Pemilu 2019.

“Kegiatan ini selain untuk memperkenalkan terus pariwisata Maluku, juga supaya upaya kita untuk menciptakan dan menjaga situasi yang aman dan damai menjelang Pemilu 2019, kita ingin mengingatkan kita semua bersaudara, meski berbeda pilihan dan jangan percaya berita hoax dan mudah diprovokasi lagi,” kata Kapolda.

loading...

Di setiap desa yang disinggahi, Kapolda, Wakapolda dan Kasdam memberikan bantuan talih asih kepada warga. Bantuan juga datang dari para peserta untuk warga. Kapolda juga berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan di tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. Sehingga dengan begitu promosi pariwisata Maluku terus berjalan.

Pelaksanaan TDAM ini diapresiasi para peserta baik dalam negeri maupun manca negara. Mereka menyatakan jatuh hati dengan pesona alam Pulau Ambon dan Pulau Seram, lokasi yang dilalui. Mereka kagum dengan alam dan rute TDAM ini. Rute yang dilewati beragam, melewati hutan, penuh dengan pepohonan yang sejuk serta pantai yang indah. Belum lagi medannya yang penuh tantangan, bekelok, menanjak, tebing, jalan turunan yang curam dan lainnya.

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa memberikan sambutan sebelum star Tour de Ambon Manise etape III dari Desa Rumakay Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (19/11/2018)

“Etape TDAM ini sangat indah, lengkap semuanya ada. Alamnya luar biasa. Kita bisa melewati hutan dan pantai yang indah tanpa perkampungan. Saya belum pernah mendapatkan rute seperti ini selama ikut tour bersepeda dan saya akan ikut lagi jika dibuat tahun depan,” kata Ejon Bobiarjo peserta dari Surabaya.

Peserta mengatakan akan menularkan informasi tentang keindahan Pulau Ambon dan Pulau Seram kepada rekan-rekan mereka terutama Pantai Ora. Mereka juga mengatakan akan kembali ke Ambon dan Pulau Seram baik kegiatan bersepeda maupun kegiatannya lainnya.

“Yang membuat berkesan dari kegiatan ini  adalah kesegaran udara dan indahhnya alam. Itu membuat semangat dan rasa kelelehan (bersepeda) jadi hilang, apalagi terakhir mendapatkan pemandangan di Pantai Ora, sungguh luar biasa. Saya mendapat informasi dari teman-teman lain katanya Ora itu indah, tapi setelah saya liat, mereka salah bilang indah, Pantai Ora ini sebenarnya sangat indah,” kata Ronald Tuhatu peserta asal Jakarta. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *