Ratusan Warga Tak Bermasker Diadili di Pengadilan Negeri Ambon

by
Seorang remaja mendapat sanksi push up oleh petugas karena tidak menggunakan masker saat operasi yustisi yang digelar Pemerintah Kota Ambon di kawasan ACC Ambon, Rabu (23/9/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebanyak 207 orang pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, yang terjaring dalam operasi yustisi diadili dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat (25/9/2020). Para pelanggar tersebut adalah mereka yang tidak memakai masker.

“Pelimpahan berkas pelanggaran mereka sudah diserahkan ke PN,” kata Kabag Hukum Pemkot Ambon, Jhon Slarmanat di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2020).

Dia merincikan, dari 207 pelanggar ini terdiri dari 112 kategori moda transportasi, dan pelanggaran umum perorangan sebanyak 95 orang.

Sehingga, lanjut dia, semua tuntutan yang akan diputuskan oleh hakim PN Ambon, tetap merujuk pada Perwali Kota Ambon nomor 25 tahun 2020. Pelanggar kategori perorangan akan mendapatkan sanksi administrasi sebesar 100 ribu.

Loading...

“Sementara untuk pelanggar moda transportasi roda dua, roda tiga serta speedboad, akan didenda sebesar 150 ribu. Sedangkan kendaraan roda empat, 250 ribu, dan pelanggar kategori tempat usaha, didenda paling sedikit 500 ribu, paling banyak 5 juta, ” katanya.

Jhon mengaku, pihaknya telah bekerja sama dengan PN Ambon untuk pelaksanaan sidang secara berkelanjutan terhadap para pelanggar yang terjaring dalam operasi yustisi.

“Setelah sidang pada hari Jumat ini, kita juga telah menjadwalkan untuk menggelar sidang di tanggal 2 Oktober 2020 kepada pelanggar yang terjaring operasi yustisi, dalam beberapa waktu kedepan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam operasi yang dilakukan pada Minggu ketiga September, ada ratusan pelanggar yang didominasi oleh pelanggar umum. Berkas para pelanggar ini akan dikumpulkan baru dilimpahkan ke PN Ambon untuk disidangkan pada Oktober mendatang. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *