Refleksi Kemerdekaan : Wajah Pendidik(an) Maluku di Masa Pandemi

by
Belly I. Kristyowidi, M. Pd. Dosen Sejarah-IAKN Ambon. FOTO : DOK.PRIBADI

Euforia menyambut HUT kemerdekaan Indonsia dalam bulan ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Nuansa yang berbeda dirasakan oleh sebagian besar penduduk Indonesia termasuk di wilayah kepulauan Maluku. Kegiatan karnaval dan perayaan yang biasanya digelar oleh masyarakat sudah begitu nampak lagi. Kondisi ini debabkan karena adanya pandemi Covid 19. Berbagai Ritual menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia kini dilakukan secara Virtual. Penggunaan cara Virtual menjadi cara yang evektif dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 75, termasuk sebagai media pembelajaran dimasa pandemik ini.

Berbagai kebijakan pemerintah telah telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kondisi ini, diantaranya adalah pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) dan penerapan perilaku hidup bersih hingga pembelajaran dari rumah (Learning From Home) (Sekertaris Kabinet, 2020). Kondisi ini membuat lembaga pendidikan mulai berbenah untuk mengubah strategi pembelajarannya menjadi pembelajaran Virtual.

Hal ini tentunya memberikan dampak bagi pendidik maupun peserta didik, seolah seluruh proses dan segala aktivitas pembelajaran dipaksa beradaptasi dan bertransformasi dengan kondisi kenormalan baru berbasis online. Tentu saja hal ini memberatkan bagi para para pendidik, peserta didik maupun orang tua dari peserta didik, ini disebabkan akibat belum semua wilayah (secara geografis) mampu melaksanakannya akibat kendala minimnya akses sinyal maupun aliran listrik yang menerangi wilayah Indonesia Timur. Selain itu kondisi sosial ekonomi mayarakat yang tidak seluruhnya mampu membeli gadget serta support paket internet sebagai sarana serta modal untuk mendapatkan pendidikan salama masa pandemic.

Loading...

Kreativitas pendidik menjadi salah satu indikator ketercapaian materi pembelajaran, sebab pendidik dituntut “melek” teknologi serta kreatif dalam berinovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Namun kenyataan di lapangan tidak semua pendidik fasih dalam berinovasi, bahkan ada berapa pendidik yang lebih memilih menggunakan cara yang konvensional dengan cara menyambangi tempat tinggal peserta didik maupun memanfaatkan alam sebagai sumber pembelajaran. Kondisi ini disebabkan bukan sekedar keterbatasan media yang mensupport proses pembelajaran, namun juga akibat keterbatasan pendidik yang bersedia mengabdikan dirnya bagi pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) ini disebabkan minimnya penghargaan (salary) untuk menghidupi keluarganya serta kondisi infrastruktur yang sulit untuk dijangkau. Kondisi serupa juga dirasakan oleh para pendidik yang berada di daerah 3T di Kepulauan Maluku, bagi mereka bukanlah perkara mudah untuk menyetarakan pendidikan yang berada di daerah 3T dengan pendidikan yang berada di (ibu)kota dengan melihat kondisi nyata yang ada dilapangan.

Pendidikan merupakan investasi penting dalam menghadapi masa depan dunia secara global, untuk itu kondisi pendidikan harus menjadi salah satu perhatian serius bagi pemerintah pusat maupun daerah khususnya di Maluku, agar wajah pendidikan di Maluku mampu bersaing dalam menciptakan gerenerasi yang unggul, mandiri serta bangkit untuk Indonesia Maju. Mengingat pentingnya pendidikan tersebut, maka diharapkan pemerintah segera melakukan trobosan kebijakan dalam bentuk pelatihan, penghargaan, serta perlindungan hukum bagi para pendidik (UU No. 15 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen) untuk menjamin kesejahteraan para pendidik, agar menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan serius, dan tidak terjadi kembali pendidikan “formalitas” di masa pandemi ketika pola ritual pembelajaran yang konvensional harus berubah menjadi pembelajaran virtual, dimana proses pembelajarannya hanya sebuah formalitas semata namun natinya apakah mereka (peserta didik) akan mampu bersaing menghadapi dunia yang penuh realitas?

Penulis : Belly I. Kristyowidi, M. Pd, Akademisi IAKN Ambon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *