Refleksi Kritis Eksistensi Pemuda Sebagai Pahlawan Bangsa Oleh : Jan  Jeter Bafa

by
Jan  Jeter Bafa FOTO : DOK. PRIBADI

BERTEPATAN 10 November 2020 maka kita akan memperingati hari pahlawan nasional dan momentum ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari pahlawan diperingati untuk mengenang jasa para pahlawan kita yang rela mengorbankan segalannya termasuk nyawa mereka untuk kemerdekaan Indonesia. Saya mengutip apa yang di sampaikan oleh Ir Soekarno bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya”.  Tentunya penghormatan terhadap jasa para pahlawan dengan cara mengenang, menghargai perjuangan, pengorbanan serta kesetiaan para pahlawan dapat dimanifestasikan dalam bentuk tindakan kita sebagai warga negara terkhususnya kaum milenial dengan cara menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemuda yang merupakan tonggak utama bangsa memiliki peran peting untuk mengatasi problematika yang terjadi pada bangsa ini, pemuda harus mampu menciptakan iklim perdamaian ditengah masyarakat. Sejak kemerdekaan bangsa ini, pemudah telah bersumpah untuk mempersatukan bangsa sebagaimana termaktub pada Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda dijadikan sebagai sebuah fundamental bagi kaum muda untuk melanjutkan perjuangan pahlawan yang terdahulu, pahlawan tidak harus angkat senjata namun dalam konteks negara modern saat ini pemuda hanya dapat menjadi panutan dan pelopor untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tugas utama.

Secara aktual kita ketahui bersama bahwa tantangan bangsa indonesia semakin kompleksitas, hal ini datang dari ancaman global maupun ancaman yang datang dari dalam negara terhadap persatuan yang ada dalam negara ini sendiri. Momentum 10 November 2020 sebagai hari pahlawan nasional membuat kita mestinya berefleksi kembali terhadap eksistensi pemuda saat ini. Mengapa speaker ini ditujukan kepada pemuda.? Ingat bahwa, banyak kasus penyimpangan moral dan kriminal yang telah dilakukan pemuda seperti banyaknya masalah video porno, anarkisme, narkoba, seks bebas, dsb. Hal ini sangat memprihatinkan bangsa ini karena harapan terhadap generasi muda yang seharusnya  menjadi garda terdepan untuk mengatasi problematika yang terjadi di masyarakat tetapi malah mendekatkan diri pada hal-hal negative yang merusak tatanan kehidupan mereka sendiri seperti, melakukan tindakan kejahatan, mengkonsumsi miras, menyalagunaan nakotika (Menjual dan menkonsumsi narkoba), melakukan bullying, menyebarkan berita hoax, menganut paham radikal, dll.

Loading...

Problem ini harus disikapi secara kritis dan analitik oleh pemuda, pemuda harus mampu meramu keberagaman sehingga menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi masalah-masalah bangsa saat ini. Saling menghargai, menghormati dan menjaga merupakan cara-cara yang dapat digunakan untuk menjaga keberagaman. Perbedaan dan keberagaman akan menjadi musibah kalau tidak dikelola dengan baik karena masyarakat indonesia sangat majemuk yang terdiri dari berbagai budaya, suku, agama, ras, dan aliran kepercayaan, harus lebih bijak dalam penggunaan kebebasan informasi pada era globalisasi saat  ini, lebih bijak untuk memfiltrasi penyebaran berita hoak yang cenderung provokatif, dapat membuat sikap tegas terhadap paham radikal, intoleransi serta mampu melakukan control terhadap pribadi kita agar jangan mudah terjerumus pada kebebasan yang ada. Hal seperti inilah yang perluh dipraktekan dan dibenahi sebagai upaya pemuda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta meminimalisir konflik dalam masyarakat serta problematika  lainnya.

Sekali lagi saya menegaskan bahwa maju dan mundurnya bangsa ini ada pada genggaman pemuda, pemudasangat dibuthkan untuk menjadi ujung tombak dalam menjaga persatuan bangsa, Pemuda merupakan aset masa depan bangsa yang mempunyai peran sangat signifikan dalam menjaga kebinnekaan, pemuda memiliki andil yang sangat besar untuk merawat kebhinekaan dan menjadi pelopor perdamaian. Generasi muda juga dituntut untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini misalnya, problem hukum, social, politik, ekonomi, dan kesehatan.

Tentunya jika pemuda mau mengambil bagian dari beberapa permaslahan pemerintah tersebut maka pemuda benar-benar dituntut untuk belajar yang sungguh-sungguh, menciptakan prestasi serta mampu berpikir progresif, responsive, inovatif dan edukatif. Sekali lagi, mari kita bertanya kepada diri kita bahwa apa yang kita sudah berikan untuk negara saat ini sebagai suatu penghormatan kepada para pahlawan dan kontribusi kita sebagai pemuda untuk bangsa dan negara ini. Saya mengutip pandangan John F Kennedy yang menyatakkan bahwa “Jangan tanyakan apa yang Negara berikan kepadamu tapi tanyakanlah apa yang sudah kamu berikan kepada negara”.

Penulis Adalah Ketua Persekutuan Mahasiswa Wuarlabobar-DIY

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *