Refocusing Anggaran Kemenhub, Berdayakan Warga Ekonomi Lemah Kelurahan Silale

by
Kepala KSOP Kelas 1 Ambon, Andi Fiardi menyerahkan peralatan kerja bagi peserta padat karya secara simbolik siang tadi, (22/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sebanyak 35 warga ekonomi lemah di Kelurahan Silale ikut kegiatan padat karya Dirjen Perhubungan Laut di Ambon, Kamis (22/4/2021). Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pemulihan ekonomi dari pendemi.

Para warga ini diberi kesempatan untuk mengerjakan aktvitas hard-skill di lingkungan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Ambon. Itu berupa pengecatan dan pemebrishan lingkungan kantor.

Kepala KSOP Kelas 1 Ambon, Andi Fiardi sebagai salah satu UPT Kemenhub dalam sambutannya menyatakan kegiatan ini diperuntukkan bagia warga dengan ekonomi lemah dan terdampak langsung pandemi.

“Kami koordinasi dengan kelurahan untuk pilih warga yang memang ekonomi lemah. Bantuan ini bagian dari refocusing anggaran dari pemerintah pusat,” terang Andi.

Pemerintah memberikan kebijakan agar ada pemberdayaan kepada masyarakat sekitar dan tepat sasaran. Kegiatan padat karya ini, lanjut Andi, mereka lakukan dengan tidak melibatkan pihak ketiga. Melainkan langsung mengajak warga. Dengan begitu upah yang mereka terima bisa langsung dirasakan.

Untuk wilayah Maluku, anggaran refocusing padat karya senilai Rp 782 juta yang diperuntukkan bagi 805 orang. Di wilayah Kota Ambon sendiri, anggaraan yang dikucurkan sekitar Rp 20an juta selama dua hari.

Dalam kegiatan itu hadir pula Anggota DPD RI, Anna Latuconsina yang sekaligus membuka kegiatan.

“Kita semua tahu anggaran refocusing untuk bagaimana pemulihan ekonomi. Ini dari kementerian perhubungan diturunkan di Ambon melalui KSOP dan Distrik Navigasi Kelas 1 Ambon. Intinya itu bantu warga,” jelas Anna.

Meski merupakan kegiatan insidentil selama dua hari, Anna berharap setidaknya membantu untuk tambahan kebutuhan sehari-hari.

Untuk hari ini kegiatan dilakukan di KSOP Kelas 1. Sedangkan esok hari, padat karya berlangsung di Distrik Navigasi Kelas 1 Ambon. Warga yang terlibat adalah mereka yang berusia produktif namun dengan kendala perekonomian.(PRISKA BIRAHY)