Rencanakan Jalan Alternatif, Dan Motor Pun Tak Boleh Melintas

by
Meski berbahaya dan sudah diberi garis polisi, namun pengendara sepeda motor tetap melintasi jalan longsor di kawasan Desa Kilang Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon, Senin (21/5/2018). Jalan yang menghubungkan empat desa ini longsor pada Sabtu (19/5/2018) akibat hujan deras yang terus mengguyur Pulau Ambon. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-KONDISI jalan longsor di Desa Kilang Kecamatan Leitimur Selatan (Letisil) hingga kini belum dapat diperbaik secara maksimal. Hujan yang masih mengguyur Kota Ambon menyulitkan warga atau petugas mengerjakan jalan. Beruntung hari ini, Senin (21/5/2018) cuaca cerah di siang harinya. Pihak kepolisian dengan empat kepala desa yakni Naku, Kilang, Ema dan Hukurila telah bertemu dan membahas rencana memperlancar aktifitas warga di empat desa di Kecamatan Letisil itu.

“Sudah ada koordinasi dengan Camat, Polsek, Kepala Desa dan BNPB untuk rencana pembuatan jalan alternatif,” jelas Dirsabhara Polda Maluku Kombes Pol  Irwan Ramaini kepada Terasmaluku.com.  Jalan alternatif yang dimaksud untuk memudahkan akses warga dari empat desa terdampak. Jalan longsor berada di area petuanan Desa Kilang itu memiliki diameter sekitar lima meter. Dari pantauan Terasmaluku.com di lokasi sejak Minggu (20/5/2018), badan jalan akses utama itu nyaris amblas seluruhnya. Hanya menyisakan sebagian jalan dengan lebar sekitar seukuran panjang lengan.

Sisa jalan yang masih utuh itu sejak longsor hingga Minggu, dilalui hanya oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Warga dari arah Kilang menuju Kota Ambon  atau sebaliknya hanya bisa melintas dengan motor atau berjalan kaki saja. Sementara kendaraan roda empat seperti angkutan umum dan mobil pribadi harus memutar arah melalui  Passo dan Batu Gong Kecamatan Baguala.

BACA JUGA : Jalan Kilang Longsor, Warga Empat Desa di Leitimur Selatan Tempuh Jalur Passo

Saat hujan, jalan tersebut kondisinya makin parah. Material tanah dan pasir menyulitkan pengendara lewat. Bahkan tak sedikit yang tersangkut lantaran memaksakan kondisi lewat di situ. Namun sejak Senin siang,  aparat kepolisian dengan pemerintah daerah setempat menghimbau warga untuk tidak lagi melintas jalan yang longsor tersebut dengan motor. “Sementara dari kepala desa himbau warga tidak lewat situ (jalan longsor). Tapi kalau jalan kaki masih bisa karena sudah ada batasnya,” lanjut Irwan.

Jalan yang hanya bersisa sepotong itu memang membahayakan pengguna jalan. Beban motor yang lalu lalang di situ dapat berdampak pada keretakan. Pasalnya area longsor dibiarkan terbuka. Sementara saat hujan tiba air dari atas terus mengguyur. Dan mengikis material tanah dan batu. Belum lagi pipa air yang melintang di atas jalan bocor, sehingga air terus menetes ke lokasi longsor. Bahkan kondisi itu bisa makin parah  dengan air yang mengalir di jalan dan tumpah di titik longsor.

Lokasi Jalan yang longsor berada tepat di tengah cekungan. Sementara jalan di kedua sisi miring. Jadi, pengguna jalan yang datang dari Kota Ambon harus melewati jalan menurun lalu kemudian sedikit menanjak menuju ke Desa Kilang. “Pas ujan aer hener turun dari atas lalu kikis jalan itu (jalan longsor),” beber Willem Latubessy warga Desa Kilang yang tinggal persis setelah jalan longsor itu.  Menurut Willem, dirinya tak kaget bila jalan yang masuk dalam Dusun Asawang milik keluarganya itu longsor.

Dia menyebut penyebab utama longsor yaitu gorong-gorong dan got yang tak lagi berfungsi. Posisi got berada sebelum jalan turunan ke area longsor itu tersumbat. Padahal got tersebut terkoneksi dengan gorong-gorong yang melintang di bawah jalan turunan atau persis di sebelah sebuah batu besar. Sayangnya dari pantauan Terasmaluku.com, gorong-gorong tak lagi berfungsi dan tertutup tumbuhan liar. “Jadi aer samua turun di sini. Kalau boleh got di atas itu perbaiki supaya air seng mengalir ikut jalan raya. Kalau seng sama saja, perbaiki nanti longsor lai,” katanya kesal. (BIR)