RESES, Wakil Ketua DPRD Maluku Serap Aspirasi Pendidikan

by
Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala (kanan) melaksanakan reses masa sidang ke-3 dalam kunjungannya ke SMA Negeri 6 Leihitu, Senin (14/9/2020). FOTO : DPW PKS MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala melaksanakan reses masa sidang ke-3 dalam kunjungannya ke SMA Negeri 6 Leihitu, Senin (14/9/2020).

Para Kepala Sekolah SMA dan guru di Leihitu mengikuti reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, Senin (14/9/2020).

Dalam acara ini, turut hadir Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Leihitu, Ismail Makatita, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sirhan Pelu, Kepala sekolah Leihitu-Leihitu Barat, serta guru-guru SMA Negeri 6 Leihitu. Dalam sambutannya, Sangkala menyampaikan mutu pendidikan mau maju mesti didukung oleh sarana dan prasarana yang baik, juga SDM yang memadai.

Loading...

“Sarana prasarana sekolah yang masih kurang diusahakan untuk memenuhi kekurangan tersebut. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) kita masih kurang. Sebisa mungkin kita harus jadi pemain bukan menjadi penonton. Lapangan kerja dimasa mendatang sangat menjanjikan dengan adanya blok masela, lumbung ikan, begitu pun pariwisata, pertambangan, pertanian. Olehnya itu, kita harus menyiapkan generasi-generasi unggul,” ujarnya.

Ketua DPW PKS Maluku ini juga menjelaskan pemenuhan 3000 quota untuk guru honorer, dan PNS akan dilakukan secara bertahap. Mengingat masih kurangnya tenaga guru di sekolah-sekolah, apalagi sekolah lintas pulau dengan berbagai problematika gaji dan pengabdian guru.

Sementara itu aspirasi yang diserap diantaranya adalah persoalan sertifikasi tanah sekolah, sarana prasarana sekolah misalnya air, listrik, WC, musolah, ruang belajar rusak berat, pengadaan ruangan praktek dan lab komputer sampai pada sistem pembelajaran dimasa pandemi.

Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Sirhan Pelu mengatakan bantuan yang akan diberikan kepada sekolah tergantung dari data depodik, yang dimasukkan dan akreditasi sekolah. “Sistem pembelajaran daring dan luring pun harus ada kreatifitas agar tidak merugikan siswa dan orang tua,”jelasnya.

Ismail Makatita, Kepala Sekolah SMA Negeri 6, yang ditemui saat wawancara memberikan apresiasi atas reses ini. “Kegiatan yang dilakukan ini sangat baik guna memperhatikan sekolah kami, dan sekolah-sekolah yang lain, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat diakomidir dengan baik,” katanya. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *