RESMI, Pemprov Maluku Keluarkan Surat Larangan Mudik 

by
Ribuan perantau asal Maluku Kamis (30/6) dinihari tiba di Pelabuhan Ambon dengan KM. Ngapulu

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Maluku dr. Adonia Rerung mengatakan pemerintah resmi melarang warga melakukan mudik lebaran dengan menggunakan moda transportasi darat, laut maupun udara.

Hal tersebut ditegaskan dalam surat edaran Pemrov Maluku nomor 451-52 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian Covid-19 di Maluku.

BACA JUGA : Berikut Surat Edaran Gubernur Maluku Terkait Larangan Mudik Lebaran

Surat yang ditandatangani Gubernur Maluku Murat Ismail tersebut dikeluarkan Senin (26/4/2021). Dan larangan mudik mulai 6 Mei dan berakhir pada 17 Mei 2021.

“Mudik untuk sementara ditiadakan bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara lintas kabupaten kota atau provinsi maupun negara,” kata Adonia.

Dia mengaku, aktifitas perjalanan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri bisa dilakukan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik.

“Pelaku perjalanan yang mendapat pengecualian itu kalau dalam perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit dan meninggal,” kata Adonia.

Selain itu, lanjut dia, terdapat pengecualian juga untuk ibu hamil dengan kepentingan persalinan yang didampingi dua orang.

Dia juga mengatakan, ada persyaratan lain untuk pelaku perjalanan yaitu harus memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan.

Pelaku perjalanan juga harus memiliki ijin SIKM dan ditandatangani dengan cap basah oleh pimpinan.

“Namun syarat SIKM ini tidak berlaku bagi pelaku perjalanan yang melakukan perjalanan dalam Provinsi Maluku,” katanya.

Dia menambahkan, Satgas Covid-19 Provinsi Maluku bakal mengaktifkan kembali Posko Covid-19 di Bandara, Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon. (ALFIAN SANUSI)