Ribuan Amunisi dan Bahan Peledak Peninggalan Jepang Ditemukan  TNI di Selaru

by
Aparat TNI menemukan ribuan amunisi dan bahan peledak peninggalan Tentara Jepang di Desa Lingat Kecamatan Selaru Kabupaten MTB, Kamis (24/8). FOTO : PENDAM 16 PATTIMURA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ribuan butir amunisi dan bahan peledak peninggalan perang dunia ke II milik tentara Jepang ditemukan di Desa Lingat Kecamatan Selaru Kabupaten  Maluku Tenggara Barat (MTB) oleh aparat TNI pada Kamis (24/8). Aparat Kodim 1507/ Saumlaki dan  Koramil 1507-07/Selaru serta Babinsa setempat menggali lokasi penimbunan amunisi  dan  bahan peledak di desa itu.

Siaran Pers Penerangan Kodam  16 Pattimura yang diterima Terasmaluku.com, Jumat (25/8), menyebutkan,  amunisi dan bahan peledak yang berhasil ditemukan  berupa, senapan jenis gerend berjumlah 3.634 butir kaliber 7,62 mm,  tiga  butir munisi anti pesawat udara milik Arhanud dengan panjang 30 cm diameter 7 cm, 33 buah Granat Lempar. Selain itu juga ditemukan, 15 buah picu ranjau darat, 18 buah ranjau anti tank dengan diameter 19 cm, empat  buah TNT bulat dengan diameter 7 cm dan satu  buah bom panjang 90 cm diameter 17 cm.

Ribuan butir amunisi dan bahan peledak ini awalnya  ditemukan warga,  dan melaporkan kepada Babinsa Desa Lingat Sertu Simo. Simo melaporkan temuan tersebut kepada Danramil 1507-07/Selaru Kapten Inf Abraham Mofun.

Danramil langsung melaporkannya ke Dandim Saumlaki Letkol Inf Ryan Heryawan selaku Dansatgas Pulau Teluar (Puter) Pulau Selaru. Setelah itu, Dadim  memerintahkan Kasdim 1507/Saumlaki Mayor Inf Lawiriadi beserta enam orang anggota Kodim mendatangi Desa Lingat Kecamatan Selaru.

Sebelum menggali lokasi penimbunan, Kasdim memberikan sosialisasi bahaya bahan peledak kepada warga desa itu. Kasdim dan  anggota TNI lainnya kemudian menggali bahan peledak dan munisi tersebut  yang disaksikan Sekertaris Desa (Sekdes) Lingat Dirik Mathias Labobar, dan perakat desa lainnya. Dan menemukan ribuan amunisi dan bahan peledak itu.

Loading...

“Selain menggali lokasi penimbunan amunisi, anggota kami juga melakukan sosialisasi bahan bahan peledak, sehingga kalau masyarakat mencurigai lokasi tertentu segera melaporkan ke kami. Karena masyarakat yakin masih ada lokasi lainnya,” kata Ryan.

Ribuan amunisi dan bahan peledak yang ditemukan itu kemudian diamankan di Makoramil 1507-07/Selaru. Menurut Ryan, diperkirakan ribuan amunisi bebagai jenis dan bahan peledak itu tertimbun sekitar 72 tahun di lokasi tersebut.  Dandim menyebutkan,  menurut informasi dari masyarakat Desa Lingat, diduga masih banyak lagi titik penimbunan amunisi dan bahan peledak milik tentara  Jepang.

Desa Lingat merupakan basis pertahanan tentara Jepang pada Perang Dunia ke II. Namun tentara Jepang meninggalkan Desa Lingat pada perang dunia ke II karena mengalami kekalahan gempuran tentara sekutu pada perkiraan tahun 1944.

“Kami meminta Danramil di Selaru untuk  aktif melakukan pendekatan dengan masyarakat di wilayahnya, bila  ada masyarakat yang mengetahui lokasi tempat penimbunan bahan peledak maupun senjata api peninggalan zaman perang Dunia ke II tersebut dapat melaporkannya,” kata Dandim. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *