Ribuan Orang Padati Pantai Jikumarasa, Pantai Wisata Terpanjang di Pulau Buru

by

AMBON- Ribuan warga memadati Pantai Wisata Jikumarasa Kecamatan Liliali Kabupaten Buru, dalam rangkaian kegiatan Festival Pesona Bupolo, Minggu (9/10). Pantai wisata dengan panjang pasir putih sekitar lima kilometer itu didatangi warga tidak hanya dari Kabupaten Buru tapi dari daerah lainnya seperti Kota Ambon.
Bupati Buru Ramly Umasugi, Wakil Bupati Djuhana Soedarat dan Sekda Buru, Achmad Assagaf hadir bersama ribuan warga di pantai wisata itu. Rombongan Bupati yang datang ke pantai dengan bersepeda itu disambut warga dengan tarian khas Jikumarasa dan tarian adat lainnya.
Pihak Dinas Pariwisata dan Infokom selaku penyelenggara festival sengaja menggelar sejumlah kegiatan di pantai wisata terpanjang di Kabupaten Buru itu, untuk menarik warga berkunjung. Seperti lomba membuat papeda, goyang Bopolo, makan patita bersama, live musik serta under water photo contest yang juga melibatkan penyelam dari luar Maluku seperti Bali dan Jakarta. Selain makan patita, warga juga disuguhi makan rujak khas Jikumarasa.
Di lokasi pantai wisata ini, ribuan warga terutama anak-anak asyik bermain pasir putih halus serta berenang. Di pantai ini juga, warga bisa menggunakan arena bermain lainnya seperti bantal berenang serta keliling pantai dengan menggunakan perahu. Pantai wisata Jikumarasa juga tergolong unik karena sebagian pantainya memiliki terusan dengan pemukiman warga. Air laut pantai ini masuk ke pemukiman warga.
Bupati Buru Ramly Umasugi menyatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Buru terus mempromosikan berbagai potensi wisata alam dan pantai Pulau Buru agar diketahui masyarakat Indonesia dan dunia. Tujuannya agar dengan potensi wisata tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatan nusatara maupun internasional. “Kita akan bangun dan tata pariwisata, perbaiki infrastruktur agar banyak wisatawan berkunjung ke daerah ini. Kalau banyak wisatawan berkunjung tentu akan mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Infokom Kabupaten Buru Istanto Setyahadi menyatakan, saat ini Pemkab Buru berjuang menghapus anggapan negatif masyarakat tentang Pulau Buru, hanya sebagai pulau pembuangan bekas tahanan politik. “Padahal di Pulau Buru, menyimpan pesona wisata unik, Buru bagaikan surga wisaya yang tersembunyi. Ayo main ke Pulau Buru, nikmati beragam pesona wisatanya. Baik alam, pantai, budaya hingga kulinernya,” kata Istanto.
Ia juga menyatakan, Kabupaten Buru memiliki potensi wisata yang unik, termasuk Danau Rana, yang indah pada ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan laut. Dana Rana, danau terbesar di Provinsi Maluku itu selalu diselimuti kabut. Jika berkunjung ke Dana Rana, pengunjung dapat menemukan pesona pemandangan alam yang indah. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan uniknya budaya tradisioal masyarakat Suku Rana.
Festival Pesona Bupolo yang akan berlangsung hingga Rabu (12/10) nanti, selain mempromosikan potensi wisata, juga merupakan kegiatan untuk mengibur masyarakat Buru jelang HUT ke 17. Diharapkan dengan festival ini, dapat mempromosikan wisata Pulau Buru secara luas sehingga menarik kunjungan wisatan ke Maluku dan Pulau Buru secara khusus. “Di tahun ini kami menargetkan ada 570 kunjungan wisatawan mancanegara serta 21.230 wisatawan nusantara dengan nilai transaksi ekonomi sekitar 30.3 miliar,” katanya. ADI