RSKD Maluku Sempat Rawat 8 Orang Gangguan Jiwa Positif Covid-19

by
Kepala Tata Usaha Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku, Nania, Ratna Nasir sebut sempat ada pasien gangguan jiwa yang positif covid-19 galant perawatan di ruangan khusus, (18/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Selama masa pandemi covid-19 Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku, Nania ternyata punya pasien positif. Pasien dengan gangguan jiwa itu berjumlah delapan (8) orang tercatat hingga Desember 2020.

Mereka jalani perawatan seperti pasien terkonfirmasi lain. Hanya saja penanganan dan fasilitas yang mereka terima berbeda. Kepala Tata Usaha RSKD Ratna Nasir menyatakan pasien kejiwaan juga ada yang tertular virus corona.

“Ada pasien gangguan jiwa positif. Covid jiwa ada delapan sampai Desember,” jelas Ratna kepada awak media saat pertemuan bersama sejumlah kepala fasilitas kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kamis (18/3/2021).

Menurut Ratna, proses penularannya sama seperti orang normal lain. Aktivitas dan perpindahan membuka potensi penularan. Hanya, perawatan yang berbeda. “Pasien gangguan jiwa masuk dengan kecemasan dan gelisah. Mau dirujuk ke faskes lain agak susah,” lanjut dia.

Untuk itu pihak rumah sakit memodifikasi ruang perawatan khusus. Mereka yang positif dan dengan kecemasan juga gelisah akan ditempatkan di ruang tersebut.

Ruangannya dibikin terpisah dari pasien ganguan jiwa non-covid. Ventilasi udara juga dibuat sedemikian rupa agar ada sirkulasi udara yang lancar.

Sementara itu di data 2021, tidak ada lagi pasien gangguan jiwa yang terkonfirmasi positif. Mereka telah pulih dan jalani rawat jalan.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontih menegaskan bahwa covid bisa menyerang siapa saja. Itu menjadi buktinya menepis anggapan masyarakat bahwa orang gila atau mereka yang punya gangguan jiwa kebal virus. (PRISKA BIRAHY)