RSUP dr. J. Leimena, Rumkit Rujukan Tertinggi Pertama di Indonesia Timur

by
Menkes Nila Moeloek didampingi istri gubernur Maluku, Widya Pratiwi saat mengunjungi RSUP dr. J. Leimena, Ambon (16/10). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) meresmikan nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) pertama di Indonesia Timur pada Rabu (16/10/2019) pagi. Rumah sakit itu resmi menyandang nama RSUP dr. Johannes Leimena, Ambon, Maluku.

Peresmian itu sekaligus menjadikan RSUP dr. J. Leimena sebagai rumah sakit umum pusat di daerah ke-34 sekaligus rujukan tertinggi di Maluku. Rencananya rumah sakit baru beroperasi maksimal pada 1 Januari 2020.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr. J. Leimena, Ambon

Meski begitu dalam sambutannya, Moeloek menyatakan jika RSUP delapan lantai itu sudah dapat melayani pasien pada bagian instalasi gawat darurat (IGD).

“Ini rumah sakit umum pertama di Indonesia timur. Dan sudah bisa melayani pasien di IGD. Titik berat pembangunan ini adalah pada pembangunan layanan kesehatan pusat dan primer,” ucap Moeloek yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Menkes RI pada 20 Oktober mendatang.

Masyarakat Ambon khususnya akan menikmati layanan tingkat pratama dengan beberapa keunggulan. Hal itu dimungkinkan agar memudahkan akses kesehatan. Masyarakat Maluku, kata Moleoek, tidak perlu lagi berobat jauh ke Sulawesi atau ke pulau Jawa. Sama halnya dengan masyarakat di Papua dan NTT.

Sebelum melepas jabatannya, Moeloek sempat berpesan kepada gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk menjaga dan mengawal pengembangan mutu, kualitas sumber daya hingga layanan rumah sakit vertikal yang lansung di bawah kendali Kementerian Kesehatan RI itu.

loading...

“Kebersihannya tolong dijaga, kualitas tenaga medis dan layanan. Harapannya bisa raih prestasi di tingkat internasional seperti kakak-kakaknya. RS di Manado sudah lebih dulu. Berikutnya Ambon,” katanya optimistis.

Untuk kapasitas tampung pasien RSUP dr. J. Leimena mencapai 450 tempat tidur dengan tipe RS kelas A. Rumah sakit yang dibangun pada periode 2018-2019 itu dibangun di atas lahan seluas 36.000 meter persegi di Wailela, Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon.

Pembangunan itu menelan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 214 miliar pada tahap pertama. “Tahap kedua Rp 166,8 miliar. Atau komponen APBN 89 persen. Kami targetkan beroperasi pada 1 Januari 2020,” jelas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian RI, dr. Bambang Wibowo, SpOG  yang juga hadir memberi sambutan.

Sementara untuk tahap awal RSUP dr. J. Leimena beroperasi dengan standar kelas B dan melayani baru 239 tempat tidur.

Pemerintah pusat juga tengah membangun dua rumah sakit lain di kawasan timur Indonesia, yaitu RSUP di Wamena dan Kupang.

Hanya saja, RSUP dr. J. Leimena di Ambon yang lebih dulu tuntas. Jika ketiga rumah sakit itu beroperasi, kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia Timur dipastikan jauh lebih baik. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *