Ruang Peduli Ambon Sumbang Rp 20 Juta Lebih untuk Korban Bencana Sulbar dan Kalsel

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Kepedulian terhadap korban banjir Sulbar dan Kalsel ditunjukkan oleh sejumlah komunitas di Kota Ambon.
Mereka tergabung dalam Ruang Peduli menggalang dana untuk membantu korban bencana di awal Tahun.

Koordinator gerakan, Arita Muhlisa kepada wartawan menjelaskan penggalangan dana itu mereka lakukan pada tanggal 21 Januari 2021 hingga 30 Januari 2021.

“Ini sinergi lintas komunitas. Katong sama sama inisiatif untuk bantu korban bencana,” ujar Arita di Perpustakaan Hatukau markas gerakan Ruang Peduli saat penyerahan uang tunai hasil penggalangan dana kepada Syam Organizer (S.O), Senin (1/2/2021).

Komunitas yang terlibat di dalamnya seperti dewan mahasiswa IAIN Ambon, Perempuan Bacarita, Komunitas Literasi Qur’an, LINTAS, Komunitas Hokage Ambon dan beberapa komunitas lain.

Selama seminggu mereka menggalang donasi di sejumlah titik. Salah satunya dengan menjual pakaian preloved di Kampus IAIN Ambon.

Dalam kegiatan itu mereka juga mendapat dukungan dari pelaku usaha UMKM Batu Merah. Hasil penjualan mereka donasikan sepenuhnya kepada korban bencana.

“Serunya pelaku usaha UMKM di sini (Batu Merah) mereka ikut jual dan 100 hasil penjualan untuk donasi. UMKM Ambon Ikan layang dari Makanan Khas, Kacang Manusia dan Ipik Upik,” terang penggerak perpustakaan Hatukau itu.

Di samping itu kegitan tersebut mendulang dukungan dari sejumlah pihak seperti anggota DPRD Kota Ambon Juliana Pattipeilohy, Wakil Ketua DPD RI Nono Samopono, Anggota DPR RI Anna Latuconsina, Rahmat Pangaribuan dan Fauzan Salatlohy dari Kemenhub.

“Katong sebenarnya undang beberapa anggota dewan juga cuman yang datang hanya ibu Juliana. Termasuk menteri desa yang berkunjung ke Batu Merah katong hadang untuk berdonasinya,” lanjutnya.

Jumlah donasi yang berhasil mereka kumpulkan sejumlah Rp 20.030.500. Donasi itu mereka salurkan melalui lembaga kemanusiaan, Syam Organizer yang datang malam itu.

“Mekanismenya semua donasi dari daerah akan dihimpun ke pusat. Distribusinya dari pusat. Karena kami juga diaudit jadi semua harus tersistem dan jelas,” akui Akbar Hamdi, full-timer S.O.(PRISKA BIRAHY)