Rumah Sakit di Maluku Sudah Miliki Layanan Pemeriksaan Rapid Test Antigen

by
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meykal Pontoh menyaksikan istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail jalani Swab Antigen atau Rapid Test Antigen yang digelar TP PKK Provinsi Maluku dan IKAPTK Provinsi Maluku, Senin (21/12/2020). FOTO HUMASMALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikal Pontoh menyebutkan rata-rata Rumah Sakit (RS) di Maluku sudah memiliki layanan untuk pemeriksaan Swab Antigen atau Rapid Test Antigen.

“Semua RS, rata-rata sudah menyiapkannya,”ungkapnya menjawab Terasmaluku.com Rabu (30/12/2020) via seluler.

Loading…

Untuk rumah sakit yang mendapatkan bantuan Rapid Test Antigen dari pemerintah lanjut Pontoh, penggunaan Rapid Test Antigen ini untuk proses screening pasien covid dan pemeriksaan orang-orang yang masuk kategori kontak erat dengan pasien covid.

Sementara bagi pelaku perjalanan tidak diperbolehkan mendapatkan layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen secara gratis, kecuali mereka harus membelinya.

“Kalau RS yang mendapat bantuan rapid antigen tidak bisa menggunakannya untuk pelaku perjalanan, kecuali kalau mereka beli sendiri. Karena bantuan, hanya boleh digunakan untuk screening pasien dan pemeriksaan kontak erat,”sambungnya.

Menyinggung soal harga yang dipatok untuk sekali pemeriksaan Rapid Tes Antigen ini bagi pelaku perjalanan, kata Pontoh harganya sesuai dengan yang ditetapkan Pemerintah Pusat yakni sebesar Rp 275.000 untuk daerah di luar Pulau Jawa. “Iya harganya sesuai yang ditetapkan,”tandasnya.

Sebelumnya saat pemeriksaan Rapid Test antigen gratis bagi yang digelar di Tribun Lapangan Merdeka Ambon dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2020 dijelaskan Pontoh, Swab Antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19.

Dijelaskan, rapid test antibodi adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.

“Kalau Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Itu sebabnya rapid test antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi,”terangnya. (Ruzady)