Rusak Kian Parah, 600 Karung Buku Terjebak Dalam Perpustakaan

by
Rektor IAIN Ambon Dr. Hasbullah Toisuta meninjau salah satu sisi gedung perpustakaan yang rusak parah akibat tanah amblas (7/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kondisi bangunan Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon makin parah. Tanah terus bergerak, tiang penyangga, tembok dan struktur bangunan hampir rata dengan tenah serta ratusan karung buku terperangkap dalam gedung.

Kerusakan bangunan terus bertambah sejak hari pertama kejadian. Lambat laun, bangunan tiga lantai itu kian gepeng. Secara keseluruhan tanah di area gedung amblas sedalam dua meter.

Dari pantauan Terasmaluku.com Jumat pagi (7/6/2019), puing-puing bangunan terus bergerak. Beberapa kali penggalan tembok runtuh, kaca-kaca di sejumlah sisi bangunan pecah diiringi suara retak bangunan. Sementara gerimis dan angin terus bertiup.

Rektor IAIN Ambon Dr. Hasbullah Toisuta M. Ag juga terlihat memantau kondisi bangunan perpustakaan dan tanah sekitar bangunan yang amblas dan retak sepanjang 70 meter ke arah tower.

Sebagian rak buk di lantai tiga yang masih tersisa di dalam gedung

“Ini tanahnya amblas. Tanahnya bergerak, sudah turun 2 meter lebih ini. Tanahnya juga patah sampai ke tower, panjang,” terang Hasbullah saat meninjau lokasi yang kini telah diberi garis polisi itu.

Gedung perpustakaan merupakan salah satu yang parah dari tiga bangunan Kampus IAIN terdampak. Di sisi lain gedung ada dua bangunan, yaitu auditorium dan laboratorium MIPA yang juga rusak. Seluruh aktifitas dan fasilitas perpustakaan dialihkan sementara ke gedung training center.

Komputer, meja dan peralatan lain di perpustakaan lebih dulu dievakuasi. Yang tersisa hanyalah sebagian rak buku dan 600 karung buku yang terjebak di dalam. “Buku ada 600 karung lebih di depan lantai satu. Tapi siapa yang mau masuk ambil, gedung terus bergerak,” katanya.

 

Dari kejahuan tampak karung-karung beras Bulog ukuran 50 kilogram berisi buku penuh di pintu masuk lantai dasar. Tidak ada satu petugaspun yang berani masuk dan mengangkut-karung-karung itu. Menurutnya kondisi ini amat membahayakan sebab sewaktu-waktu gedung bisa rubuh dan menimpa apapun yang ada di bawah.

loading...

Tak jauh dari perpustakaan, ada satu bangunan lain yang ikut terdampak tanah amblas. Yaitu bangunan genset utama. Sepintas fisik bangunan terlihat jauh lebih baik dari gedung perpustakaan. Tak terlihat tanda-tanda tanah amblas.

Gedung aditorium yang bari dibangun pada 2017 rusak

Namun jika mendekat tampak tanah gedung genset itu amblas sedalam hampir 5 meter. “Posisinya itu sejajar dengan jalan ini. tanah amblas langsung dia turun semua,” jelas Direktur Ambon Reconciliation and Mediation Center (ARMC) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Abidin Wakano yang ikut meninjau lokasi bersama Habullah.

Tanah di samping gedung perpustakaan, lanjut Abidin juga terus bergerak dan makin terperosok. Unit genset yang berada di dalam gedung tak sempat diselamatkan lantaran khawatir ada susulan tanah amblas.

Abidin pun menunjukkan taman air mancur yang bernasib serupa diikuti kondisi tanah retak sepanjang di belakang gedung rektorat. Pihaknya mengkhawatirkan patahan dan pergerakan tanah berimbas pada bangunan utama rektorat di depannya.

Dari informasi, pihak kampus telah menutup sejumlah area yang amblas dengan terpal untuk mengecilkan pengikisan tanah akibat air hujan. Sebentar sore pukul 15.00 akan pertemuan dan membahas kerusakan itu berama pihak terkait di kantor Polda Maluku.

Minggu depan dijadwalkan tim dari ITB dan pekerjaan umum bakal mendatangi kampus untuk membahas kerusakan serta mencari jalan keluar. “Yang pasti sudah tidak bisa digunakan lagi seperti kata pak rektor. Harus bangun baru, ada area kosong di seberang tapi belum pasti,” ucap Abidin. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *