SANTUN, BAILEO Dan HEBAT Sepakat Tolak Politik Uang Dan Politisasi SARA

by
Tiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dan Bawaslu menggelar deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA untuk Pilkada berintegritas di depan Gong Perdamaian Ambon, Kamis (15/2).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku bersama tiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur menggelar deklarasi bersama tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA menuju Pilgub berintegritas yang  berlangsung di depan Gong Perdamaian Ambon, Kamis (15/2).

Dalam dekalarasi tersebut ketiga  Paslon  yakni Said Assagaff-Andareas Rentanubun (SANTUN), Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), dan Herman Koedoebun-Abdullah Vanath (HEBAT) bersama komisioner Bawaslu Maluku dan Muspida Maluku membacakan naskah dan menandatangani dekalarasi lawan politik uang dan politisasi  SARA.

Naskah deklarasi yang dibacakan ketiga Paslon secara bersama-sama yakni, mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota dari praktek politik uang dan politisasi SARA karena hal tersebut merupakan  ancaman terbesar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat. Paslon juga sepekat tidak menggunakan politik uang dan politisasi SARA sebagai sarana meraih simpati pemilih karena mencederai kedaulatan rakyat.

Paslon juga mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan program kerja dan bukan karena politik uang dan politisasi  SARA, mendukung kerja-kerja pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan SARA yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu.  Dan yang terkahir tidak akan melakukan intimidasi, kekerasan dan aktivitas dalam bentuk apapun juga yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan politisasi SARA.

Dalam deklarasi dan penandatangan Tolak dan Lawan Politik Uang Serta Politisasi SARA, Paslon dan Bawaslu serta tim sukses melakukan jalan sehat melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon.  Dalam jalan sehat ini juga dilakukan sosialisasi tolak politik uang dan lawan politisasi SARA  serta Bawaslu menyeruhkan aparat sipil negara (ASN), TNI/Polri untuk netral dalam Pilgub Maluku 27 Juni 2018.

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Palollo yang memimpin deklarasi ini  meminta masyarakat untuk mengawal komitmen yang dilakukan tiga Paslon. “Saya minta masyarakat dapat mengawal komitmen dari para kandidat, karena ini gerakan sosial yang dijadikan gerakan moril. Jadi tidak boleh ada yang lengah, membiarkan dan tidak boleh ada yang dijadikan objek untuk politik uang dan politisasi  SARA,” katanya.

Ratna menegaskan politik uang dan politisasi SARA merupakan racun  dan sangat berbahaya bagi demokrasi, karena kitu harus dilawan semua pihak. Apalagi menurut Ratna, Maluku merupakan daerah yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Politik uang dan politisasi SARA adalah racun dalam demoklrasi karena itu mari kita lawan bersama, apalagi Maluku adalah daerah yang sarat dan menjujung nilai –nilai  persaudaraan. Mari jadikan Pilgub Maluku berjalan aman dan lancar, bebas dari politik uang dan politisasi SARA,” kata Ratna. Usai jalan sehat, para Paslon dan tim sukses kemudian menggelar tobelo  bersama. (IAN)