Satgas Covid-19 Ajak Masyarakat Manfaatkan Liburan Untuk Perkuat Imun

by
Ketua Harian Satgas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang. FOTO : IMAN

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengajak masyarakat memanfaatkan waktu saat libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020 untuk memperkuat daya tahan tubuh atau imun.

“Sekarang kita lagi sosialisasikan iman, aman dan imun. Iman itu berdoa, aman itu terapkan protokol kesehatan dan imun ini jaga kesehatan tubuh. Jadi kalau bisa manfatkan libur panjang ini dengan menjaga imun. Kalau tidak minimal iman (berdoa) sama imunlah (tingkatkan daya tahan tubuh) dengan cara istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, makan makanan bergizi dan jangan stres,”jelasnya saat diwawancarai di kantor Gubernur Maluku, Jumat (23/10/2020).

Saat ini lanjut Kasrul, pencegahan dan perbaikan ekonomi harus berjalan sama-sama. Sehingga jika terpaksa harus keluar rumah maka utamakan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Sekarang ini sudah masuk tahap berikut, ekonomi harus berputar. Jika terpaksa harus bekerja dan keluar rumah, maka harus aman (terapkan protokol kesehatan),”sambungnya.

Kabupaten/kota juga kata Kasrul sudah dihimbau untuk tetap mengupayakan langkah-langkah pencegahan penyebaran covid-19 saat libur panjang sebagaimana instruksi Pemerintah Pusat. Karena pemerintah tidak ingin saat libur usai, peningkatan kasus terjadi.

Loading...

Apalagi saat libur panjang, lokasi wisata hingga pusat perbelanjaan biasanya ramai. “Kita sudah rapat soal instruksi itu dan tetap menjadi perhatian, kita lebih banyak saran ke pemerintah kabupaten/kota untuk penerapan pencegahannya. Intinya semua sudah ada protapnya,”ungkapnya.

Masyarakat juga sebut Kasrul saat ini sudah lebih bijak dalam menghadapi pandemi covid-19 karena tidak mungkin ada orang yang ingin sakit atau terpapar virus. Namun, dia tetap menghimbau jika masyarakat keluar rumah maka wajib patuhi protokol kesehatan agar tidak tertular virus. Apalagi 80 persen penularan covid bisa melalui Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga perlu kewaspadaan.

“OTG ini seperti pembunuh berdarah dingin. Kita merasa sehat tanpa gejala rasa sakit apa-apa padahal sudah ada virus di dalam dan menjadi carrier (pembawa). Begitu OTG sampai ke rumah atau ke kantor kemudian berinteraksi dengan teman-teman dan keluarga dan segala macam, teman atau keluarga yang punya komorbid (penyakit bawaan) atau kesehatan kritis bisa tertular virus,”tandasnya.

Intinya lanjut dia, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dioptimalkan dalam perubahan perilaku guna memutus mata rantai penyebaran covid. “Nah kita terapkan itu di masa pandemi,”imbuhnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *