Satgas Covid-19 Juga Awasi Kuliner Malam dan Resepsi Pernikahan

by

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Di awal 2021 pemerintah kota Ambon kembali memperketat aturan prokes. Pengetatan aturan PSBB berfokus pada sektor ekonomi yaitu usaha makanan cafe restoran hingga perhelatan resepsi pernikahan di lokasi lokasi tersebut.

“Dalam 1 hari 2 ini betul betul pengetatan dilakukan lagi terutama untuk sektor makan bersama cafe restoran, resepsi pernikahan pesta keagamaan harus diperketat, ” Ucap Walikota Ambon Richard Louhenapessy usai apel bersama pada Senin 4 Januari 2021.

Loading…

Menurutnya pengawasan terhadap PBB akan dijalankan dengan ketat. Bersamaan dengan itu vaksin COVID-19 kini telah tiba di Kota Ambon. Harapannya vaksin tersebut dapat memberikan rasa aman kepada warga Maluku dalam melawan virus corona.

Namun perlu diingat warga pun harus bekerjasama dalam hal penerapan kebiasaan baru. Aktivitas berkerumun kata Richard di Kota Ambon memang terbilang marak kembali. Terlebih setelah bangkitnya roda perekonomian kota. Pada sektor makanan atau kuliner malam seperti tersebut di atas, adalah yang paling jadi sorotan.

Hingga kini cafe restoran tetap punya batas jam operasional hingga pukul 21.00 WIT. Pengawasan satgas juga terus berjalan. Namun kali ini akan lebih diperketat. Termasuk pengawasan terhadap acara resepsi pernikahan. Yang mana manjadi salah satu lokasi pusat kerumunan.

“Awal tahun 2021 kita fokus melakukan pengawasan malam hari di sektor usaha kuliner baik cafe, restoran maupun warung makan, ” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Senin.

Pihaknya akan tingkatkan pengawasan pada sektor ini. Yakni perketat pengawasan malam. “Kita melakukan evaluasi bersama tim satgas, pengetatan dilakukan terutama untuk usaha kuliner yakni cafe restoran, termasuk resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan, ” ujarnya.

Terkait pengawasan di lokasi resepsi pernikahan, ini berlaku baik di gedung, restoran, cafe maupun lokasi cottage dan hotel. Semua kegiatan di situ harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Dalam hal ini dinas kependudukan dan pencatatan sipil juga pihak KUA pun diminta melapor lokasi resepsi acara. Tujuannya untuk dilakukan pemantauan prokes oleh satgas covid-19.

“Petugas tidak akan masuk ke acara resepsi tetapi hanya memantau dari luar, saya berharap dengan kebijakan menerapkan tes cepat bagi warga yang tidak menggunakan masker dapat memberikan dampak yang baik, ” ujarnya.

Selain di lokasi resepsi pernikahan, tim satgas juga akan mamantau aktivitas di rumah ibadah baik masjid maupun gereja, dengan memperhatikan kearifan lokal dan psikologi sosial masyarakat. (PRISKA BIRAHY)