Satgas Covid 19 Maluku : Almarhum Danki Brimob Diduga Sudah Tertular Covid-19 Saat Divaksin

by
Juru BIcara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung saat berikanketerangan pers di kantor GUbernur Maluku, Ambon, Kamis (21/1/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku,dr. Adonia Rerung menduga Komandan Kompi (Danki) 4 Yon A Pelopor, Satuan Brimob Polda Maluku, Iptu Lourens Tenine sudah terkonfirmasi covid-19 saat menjalani vaksin dosis pertama.

BACA JUGA : Dimakamkan di TPU Hunuth, Jenazah Danki Brimob Polda Maluku Diberi Penghormatan Terakhir

BACA JUGA : Danki Brimob Maluku Meninggal Positif Covid-19, Almarhum Sempat Jalani Vaksin Tahap Pertama

Lourens meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui Kota Ambon, Minggu (4/4/2021) pagi, dan terkonfirmasi Covid-19. Jenazah almarhum langsung dikebumikan di TPU Khusus Covid-19, kawasan Desa Hunuth, Kota Ambon, Minggu sore.

Lima hari sebelum wafat, almarhum sudah disuntik vaksin dosis pertama di Lapangan Tahapary Polda Maluku pada Selasa (30/3/2021) lalu.

“Kemungkinan besar dugaan kita saat dia (Almarhum) divaksin sudah ada corona,” kata dr. Adonia Rerung, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku saat dihubungi Minggu malam (4/4/2021).

Doni, sapaan Adonia Rerung, ini mengaku kejadian yang menimpa almarhum baru pernah terjadi. Namun ia menekankan penyebab almarhum meninggal dunia bukan karena vaksin.

“Ini kejadian pertama lalu dikaitkan dengan vaksin. Tapi hasil pemeriksaan lab ternyata dia corona. Dugaan kita saat divaksin sudah ada corona, karena orang yang datang vaksin kan tidak di rapid. Ini sudah dibicarakan gugus (Satgas Penanganan Covid-19) langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Doni mengatakan dugaan saat almarhum divaksin sudah terkonfirmasi sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa saja terjadi. Apalagi kata Doni, dalam pentahapan vaksin tidak dilakukan rapid test terlebih dahulu.

“Kemungkinan besar dia OTG ketika datang tidak ada gejala, tidak ada demam tapi virusnya sudah ada dalam tubuh. Kan ketika vaksin tidak dilakukan rapid dulu, penyaringan hanya beberapa pertanyaan standar itu kemudian dilakukan tensi, kemudian riwayat penyakit gula, gula darahnya, kalau ada hipertensi diperiksa tekanan darahnya kan standar itu, tidak demam tidak ada apa-apa kemudian divaksin,” jelasnya.

Peliput : HUS

Editor : HAMDI