Satgas Opster TNI ”Kalwedo” Berikan Penyuluhan Kesehatan Warga Pulau Terluar

by
Satgas Opster TNI ”Kalwedo” Berikan Penyuluhan Kesehatan Warga Pulau Terluar di Balai Desa Lebelau Kecamatan Kisar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (5/4).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Satuan Tugas (Satgas) Opster TNI  “Kalwedo” Tahun 2018 di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1507/Saumlaki, Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya menggelar penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Balai Desa  Lebelau Kecamatan Kisar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (5/4).

Penyuluhan kesehatan ini  berkerja sama dengan Bidan Desa  Pusat Kesehatan Masyaraka (Puskesmas) Pulau-pulau Terselatan dan Sertu Rahmat dari Kesehatan Kodam (Kesdam) XVI/Pattimura. Kegiatan ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, mewujudkan Indonesia yang kuat, besar, sejahtera bagi masyarakat di pulau terluar.

Penyuluhan kesehatan ini merupakan rangkaian kegiatan non fisik sebagai bentuk kepedulian Satgas Operasi Teritorial kepada kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak di  Pulau Kisar. Dalam kegiatan ini, Bidan Desa Labelau  Damiliawati Talapor memberikan penyuluhan tentang pelayanan kesehatan ibu terutama untuk ibu hamil.

“Ibu hamil harus banyak mengkonsumsi vitamin dan memperbanyak karbohidrat agar janin di perut berkembang dengan baik dan pada masa melahirkan bayi sehat, pada saat ibu hamil tidak diperbolehkan mendekati orang yang sedang merokok dan mengkonsumsi minuman bersoda karena dapat mengganggu kesehatan janin di dalam perut,” katanya.

Selain itu menurut Damiliawati, pada usia kehamilan tua, ibu hamil dilarang tidur terlentang karena dapat mengganggu kelancaran dalam bersalin agar dapat melahirkan secara normal, apabila dalam masa kehamilan tua ibu hamil sering melakukan tidur dengan cara terlentang dipastikan 70 persen persalinan dengan cara cecar. Disarankan agar lebih banyak tidur dengan posisi miring kiri agar memperlancar peredaran darah Ibu ke Janin.

“Hubungan suami istri selama dalam waktu kehamilan harus dilihat dari usia kehamilan, apabila masa kehamilan dalam waktu 1 hingga 2 bulan dilarang melakukan hubungan suami istri dan diwajibkan melakukan hubungan suami istri pada masa kehamilan 3 sampai  9 bulan agar hormon dapat membantu kelancaran pada waktu persalinan. Untuk alat kontrasepsi/KB sendiri juga diharapkan memakai jenis KB yaitu metode jangka panjang dan jangka pendek, metode jangka panjang menggunakan Inplan dan suntik, metode jangka pendek dengan menggunakan Pil, Suntik dan Kondom,” katanya.

Kepala Desa Lebelau Frans Renata memberikan apresiasi dan salut atas pengembangan yang dilakukan oleh TNI, karena sangat bermanfaat dalam mensejahterakan masyarakat. “Kami salut dengan TNI atas berbagai kegiatan ini. Harapan kami, kegiatan ini membuat masyarakat bahagia dan sejahtera,” katanya.

Sin Samadara, warga setempat  juga menyatakan apa yang dilakukan ini sangat membantu pengetahuan ibu dan anak dan berharap agar kegiatan tersebut terus diadakan.  Turut hadir dalam penyuluhan tersebut, Sekertaris Desa (Sekdes)  Labelau  Simuel Samadara didampingi tim kesehatan Puskesmas Desa  Lebelau, dan seluruh masyarakat Desa Lebelau. (IAN)