Satgas Pangan Polda Maluku Razia Ikan Sarden Bercacin di Ambon, Ini Hasilnya

by
Tim Satgas Pangan Polda Maluku bersama Balai POM merazia produk ikan sarden yang mengandung cacing pita di sejumlah supermarket dan minimarket di Kota Ambon, Sabtu (24/3). FOTO : DOK. HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Tim Satgas Pangan Polda Maluku bersama Balai POM dan Disperindak Maluku merazia produk ikan sarden yang mengandung cacing pita di sejumlah supermarket dan minimarket di Kota Ambon, Sabtu (24/3).

Razia ini dilalukan untuk mecegah peredaran ikan sarden  kemasan kaleng yang terdeteksi mengandung cacing pita di Kota Ambon. Dalam razia ini, tim Satgas pangan terpadu dibagi dalam dua tim. Tim pertama dipimpin Kasubdit I, AKBP H. Tonny Kurniawan, menyisir  sejumlah  swalayan, minimarker di pusat Kota Ambon.

Sedangkan tim kedua yang dipimpin Wadir Reskrimsus Polda Maluku AKBP  Harold Wilson Huwae menggelar razia di sejumlah lokasi. Dalam razia ini, Satgas pangan mencari produk ikan sarden kemasang kaleng dengan merek farmerjack, merek IO dan merek HOKI yang mengadung cacing pita.

Selain  tim Satgas Pangan terpadu, aparat gabungan Polres Pulau Ambon juga menggelar razia produk ikan sarden di pasar- pasar tradisional di Kota Ambon. Selain meminta berkas pasokan ikan sarden kemasan, tim terpadu juga meminta pemilik swalayan dan minimarket menunjukan surat izin usaha.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat menegaskan berdasarkan hasil razia terhadap tiga merek ikan kaleng tersebut tidak ditemukan dijual baik di pasar swalayan modern maupun pasar tradisional di Kota Ambon. Menurut Ohoirat razia tiga merek ikan kaleng itu digelar di Ambon, karena di sejumlah daerah ditemukan cacing pita pada produk ikan kaleng tersebut.

“Satgas Pangan Polda Maluku dan tim terpadu termasuk  Balai POM Maluku dan Polres jajaran  sudah melakukan razia di pasar-pasar swalayan, dan pasar tradisional di Kota Ambon, namun hasilnya  belum ditemukan ikan kaleng atau sardens tiga merek tersebut dijual. Giat Satgas pangan akan terus dilakukan dengan sasaran  pasar tradisional,” kata Ohoirat. (ADI)