Satgas Yonif RK 732/Banau Pos Tuhaha Tangkap Pelaku Perdagangan Anak DPO Polisi

by
Anggota Pos Tuhaha SSK III, Satgas Yonif RK 732/Banau, Kolakops Korem 151/Binaiya menangkap WL (kaos merah) terduga pelaku perdagangan anak dibawa umur di Negeri Nolot Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (28/8/2020). FOTO : DOK. PENREM 151/BINAIYA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota Pos Tuhaha SSK III, Satgas Yonif RK 732/Banau, Kolakops Korem 151/Binaiya menangkap WL (20 tahun) terduga pelaku perdagangan anak dibawa umur. WL ditangkap personil TNI di Negeri Nolot Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (28/8/2020).

WL masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Maluku terkait kasus penjualan atau perdagangan anak dibawah umur. Penangkapan terjadi setelah anggota Pos Tuhaga SSK III mendapat laporan dari Pemerintah Negeri Nolot, WL berada di Negri Nolot.

Anggota Pos Tuhaha SSK III, Satgas Yonif RK 732/Banau menyerahkan WL ke aparat Polsek Saparua. FOTO : DOK. PENREM 151/BINAIYA

Mendapat informasi itu, empat personil Pos Tuhaha SSK III dibawah kendali Danpos Tuhaha SSK III, Serda Sasminto, bergegas mendatangi kediaman Raja Negri Lolot, Mesak Huselan untuk mendapat keterangan foto pelaku, rumah dan rancana penangkapan.

Mereka kemudian begerak menangkap WL. Penangkapan WL dilakukan pada Jumat (28/08/2020) malam di rumah warga yang menjadi tempat tinggalnya. Proses penangkapan berjalan lancar dan tidak ada perlawanan dari pelaku.

Loading...

WL kemudian dibawa ke Kantor Pemerintah Negri Nolot. Setelah itu anggota Pos Tuhaha SSK III melaporkan dan menyerahkan WL ke jajaran Polsek Saparua. Pada Sabtu (29/08/2020) dinihari pukul 00.15 WIT, personil Polsek Saparua beserta Babinkamtibmas Negri Nolot, Aiptu Anton Nusa datang untuk menjemput WL.

Dalam siaran pers, Dansatgas Yonif RK 732/Banau, Letkol Inf Suhendar Suryaningrat mengapresiasi anggotanya yang berhasil menangkap terduga pelaku perdagangan anak dibawa umur itu.

“Penangkapan ini hal yang luar biasa, saya berterimakasih kepada Pos Tuhaha SSK III atas penangkapan yang dilakukan. Tentunya hal tersebut akan menghilangkan keresahan warga, selain itu saya juga mengapresiasi dalam penangkapan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan sehingga penangkapan dapat dilaksanakan dengan koperatif,” kata Suhendar.

WL adalah seorang residivis. Ia pada Maret 2020 keluar dari penjara setelah menjalani hukuman selama 9 bulan terkait kasus pencurian.

WL diketahui tiba di Negri Nolot pada 11 Agustus 2020 dengan alasan mengantar teman perempuan yang sakit dan menjadikan rumahnya untuk menginap.

“Pos Tuhaha SSK III juga bereterimakasih atas kerja sama dari seluruh pihak untuk penangkapan pelaku tersebut. Semoga kedepannya akan tercipta suasana dan situasi yang semakin kondusif,” jelas Suhendar. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *