Satpol PP Kabupaten Buru Siap Kawal PERDA GELORA

by
Kepala Satpol PP Kabupaten Buru menggelar sosialisasi Perda Gelora kepada warga di Namlea, Minggu (28/1). FOTO : DOK. HUMAS KABUPATEN BURU

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru siap mengawal Peraturan Daerah (PERDA) Gerakan Bupolo Magrib Mengaji  (GELORA) yang diterapkan  di daerah itu. Satpol PP meminta  masyarakat di Kabupaten Buru mengsukseskan PERDA Nomor 05 Tahun 2016 Tentang GELORA tersebut.

“Berdasarkan PERDA  Nomor 05 THN 2016 tentang GELORA, kami mengharapkan kerja sama yang baik dari semua elemen masyarakat dan aparatur, mari katong bersama-sama  sukseskan Gerakan Bupolo Magrib Mengaji,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Buru Said Behuku dalam siaran pers Kepala Bagian Humas Pemkab Buru Syahfan Ifan Umasugi yang diterima Terasmaluku.com, Minggu (28/1).

Said mengungkapkan, sudah saatnya masyarakat Kabupaten Buru kembali menghidupkan tradisi membaca, mengkaji Al-quran usai Shalat Magrib tersebut menjadi sebuah gerakan bersama. Said menyadari tidaklah mudah upaya tersebut diwujudkan, mengingat kondisi masyarakat saat ini sudah berbeda.

“Namun demikian kami percaya dan yakin, bahwa keinginan dan gagasan yang baik dengan besarnya dukungan dari komponen masyarakat yang ingin menyelamatkan tradisi tersebut gerakan ini terwujud,” kata Said. Oleh karena itu menurut Said, Gerakan Bupolo Magrib Mengaji yang dipelopori Bupati Ramly Umasugi dapat menemukan signifikasinya dan  terwujud di daerah itu.

loading...

Kepala Bagian Humas Pemkab Buru Syahfan Ifan Umasugi mengatakan, program Gerakan Bupolo Magrib Mengaji merupakan sebuah terobosan di tengah kuatnya arus modernisasi yang menawarkan keindahan duniawi. Secara kontekstual, program ini didasarkan pada sebuah kaedah, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil gagasan atau kebiasaan baru yang lebih baik.

Dari pelaksanaan program ini menurut Umasugi, setidaknya pertama,  bermanfaat untuk melestarikan tradisi mengaji, bertadarrus, serta mengkaji Al-Quran dan ilmu agama selepas Shalat Magrib dalam rangka meningkatkan kualitas kesalehan individual dan sosial yang ditandai dengan meningkatnya kualitas ketaatan beragama melalui pembiasaan belajar agama.

“Manfaat kedua adalah  membentuk sikap dan perilaku moral masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam yang diukur dari integritas, kejujuran, disiplin dan loyalitas dalam menjalankan ajaran agamanya untuk membendung dampak negatif dari modernisasi ilmu pengetahuan dan teknologi informasi,” kata Umasugi. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *