Satu Orang di Maluku Positif Covid Usai Divaksinasi Dosis Pertama

by
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung. Foto : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pasca mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dosis pertama pada vaksinasi perdana Jumat 15 Januari, seorang terkonfirmasi positif Covid-19.

Seorang tersebut merupakan satu dari 24 orang yang divaksinasi perdana bersama Gubernur Maluku Murad Ismail, pejabat terkait lainnya dan tokoh agama di RSUP dr. Johanes Leimena Ambon dua pekan lalu.

Loading…

“Vaksinasi perdana (RSUP dr. Johanes Leimena 15 Januari lalu) itu 24 orang, kita undang kembali yang 24 orang ini untuk vaksinasi kedua (disuntik dosis kedua selang 14 hari pasca disuntik dosis pertama) hari ini Jumat 29 Januari. Namun satu orang ternyata terkonfirmasi positif Corona,”ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung kepada terasmaluku.com Jumat (29/1/2021).

Namun identitas orang yang positif ini apakah pejabat publik atau bukan, Satgas belum mau menyebutkan. Alasannya belum mendapatkan izin atau restu dari yang bersangkutan untuk disampaikan identitasnya.

Yang pasti kata Adonia Rerung, satu orang yang positif pasca mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Sinovac ini dari kelompok yang divaksinasi perdana bersama Gubernur Maluku dan pejabat lainnya.

“Karena belum ada restu yang bersangkutan bersedia dirilis identitasnya, kan tidak boleh kalau tidak disetujui yang bersangkutan,”sambungnya.

Rerung menambahkan, yang bersangkutan diketahui positif Covid-19 pada Kamis 28 Januari malam atau sehari jelang divaksinasi dosis kedua. “Sejak semalam, mungkin dia bergejala dan terkonfirmasi sehingga tidak menjadi bagian dari vaksin ulangan,”tandasnya.

Saat disinggung apakah satu orang yang positif ini jalani isolasi mandiri atau dirawat di Rumah Sakit, Rerung mengaku tidak diberitahukan oleh yang bersangkutan.

Lebih jauh dijelaskannya, penyebab meskipun telah divaksinasi Covid dosis pertama tetapi masih bisa terpapar Covid-19, karena antibody belum terbentuk.

Vaksinasi dosis pertama lanjut dia merupakan tahap memperkenalkan tubuh terhadap adanya virus. Barulah pada vaksinasi dosis kedua, tubuh akan diransang lagi membentuk antibodi.

“Yang pertama itu vaksin memperkenalkan tubuh terhadap adanya virus, vaksin kedua untuk merangsang lagi tubuh membentuk antibodi. Dalam proses membentuk antibodi ini butuh waktu, ada yang satu bulan, tergantung individunya, bahkan ada yang tiga bulan ada juga yang tiga minggu sudah terbentuk, itu penelitian pakar kan,”terangnya. (Ruzady)