SATUHATI Gerakkan Seribu Relawan Galang KTP

by
Mark Ufie

AMBON – Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Elsina Latuheru Syauta dan M. Azis Tunny semakin menunjukkan keseriusannya untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada Kota Ambon 2017 mendatang.
Pasangan calon independen yang dikenal dengan icon SATUHATI itu menggerakkan seribu relawan untuk melakukan penggalangan KTP dan tandatangan masyarakat sebagai persyaratan maju sebagai calon independen. “Kami sementara menggerakkan seribu relawan SATUHATI untuk menggalang dukungan KTP dan tandatangan dari masyarakat,” kata Koordinator Relawan SATUHATI Mark Ufie kepada pers di Ambon, Minggu (15/5).
Menurut Mark, pihaknya masih punya cukup waktu untuk melakukan penggalangan dukungan sebab batas terakhir pada 5 Agustus 2016, sesuai jadwal tahapan Pilkada Jilid II yang telah dikeluarkan KPU.
“Dengan menggerakkan seribu relawan ini, kami optimis bisa memenuhi syarat minimum dukungan sebagaimana persyaratan regulasi. Kita lihat saja nanti,” katanya.
Meskipun syarat minimum 8,5 persen dari DPT (daftar pemilih tetap) Pemilu terakhir yakni Pilpres 2014 sebanyak 265.747 atau membutuhkan minimal 22.588 dukungan KTP, namun pihaknya menargetkan pengumpulan KTP sebanyak 30.000 KTP dari masyarakat.
Mantan Duta Pemuda Maluku yang pernah mengikuti pertukaran pemuda ke Canada tahun 2013 ini mengatakan, sejauh ini penerimaan figur Elsina dan Azis yang akrab dipanggil dengan sapaan Elsye-Agil ini sangat baik karena keduanya merupakan representasi anak muda Ambon yang berani mengambil bagian dalam perhelatan politik yang selama ini selalu didominasi oleh para elit dan tokoh-tokoh tua.
“Rekam jejak keduanya bersih dari KKN, dikenal sebagai anak muda yang progresif dan berintegritas, terbukti selama ini selalu pro pada isu-isu kemanusiaan, lingkungan dan sosial-kemasyarakatan. Usi Elsye dan abang Agil layak diberikan kepercayaan untuk memimpin Kota Ambon periode mendatang” jelasnya.
Menurutnya, pasca pasangan SATUHATI disosialisasi maju dalam Pilkada Kota Ambon dalam satu bulan terakhir ini, popularitas maupun elektabilitas keduanya semakin hari semakin naik. Bahkan kecenderungan trend positif selalu dimiliki Elsye-Agil dibandingkan figur-figur lain.
“Mungkin karena ada kejenuhan dan kebosanan politik pada tokoh-tokoh yang lain, dan masyarakat kita sekarang ini butuh figur alternatif yang mampu membangkitkan kejayaan Kota Ambon,” ujarnya.
Menariknya, lanjut Mark, pasangan Elsye-Agil merupakan antitesa dari figur-figur yang lain yakni bukan politisi, birokrasi dan elit. Keduanya berangkat dari komunitas masyarakat yang selama ini telah lama berproses di tengah-tengah masyarakat.
“Perpaduan keduanya sangat menarik, usi Elsye adalah aktivis perempuan yang selama ini bergerak pada masalah perempuan dan anak serta sosial-kemanusiaan, sedangkan abang Agil yang berangkat dari latar belakang jurnalis yang dikenal sebagai aktivis perdamaian dan lingkungan. Keduanya punya pengalaman dan proses yang matang bersama-sama masyarakat. Keduanya juga punya jaringan yang cukup kuat di level nasional maupun internasional,” jelasnya.
Karena itu, kata dia, pasangan SATUHATI sangat berpotensi mendapat dukungan dari kelompok apatis politik yang pada Pilkada Kota Ambon 2011 angkanya mencapai 26 persen golput karena tidak percaya dengan partai politik dan figur-figur yang ada. Keduanya juga berpotensi meraih dukungan suara perempuan yang merupakan pemilih terbesar di Ambon, termasuk kelompok swing voters yang kebanyakan merupakan pemilih muda dan pemilih pemula.
“SATUHATI adalah sebuah gerakan untuk membangkitkan kejayaan Kota Ambon. Seribu relawan yang bergabung dalam gerakan SATUHATI adalah mereka yang menginginkan adanya perubahan yang nyata dalam pembangunan Kota Ambon. Mereka bergabung secara sukarela dan siap memenangkan SATUHATI dalam Pilkada Kota Ambon,” tandasnya. (ADI)