SBT Kini Miliki Aplikasi SIDASU, Bupati : Saya Instruksikan Semua OPD Berinovasi

by

TERASMALUKU.COM,-BULA-Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melaunching aplikasi Sistem Informasi Data Survey (SIDASU) milik Badan Perancanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) SBT.

Aplikasi ini bertujuaan untuk mendukung peningkatan kinerja Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya pada kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan anggaran infrastruktur berbasis online.

Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas dalam sambuatanya yang disampaikan Asisten II Setda SBT, Idris Boufakar saat melaunching program ini mengatakan, dengan aplikasi SIDASU dapat membantu Pemda dalam memberikan dukungan data dan dokumentasi semua kegiatan yang didapat melalui aplikasi baik secara online maupun ofline.

“Sebab ketersediaan data dan dokumen dalam kegiatan monitoring dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah di lapangan, sering terjadi kesalahan dan kehilangan data dan dokumen,” kata Bupati dalam sambuatanya yang disampaikan Idris Boufakar di Aulah Kantor Bappeda SBT Sabtu, (26/6/2021).

Bupati juga menginstruksikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda SBT mampu bekerja sama dengan baik.

“Saya menginstruksikan kepada semua OPD untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanannya kepada seluruh masyarakat di Bumi Ita Wotu Nusa. Serta kolaborasi dan kerjasama kepada pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan peningkatan aksi perubahan yang telah digagas oleh para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA),” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Litbang Kabupaten SBT, Nora Marasabessy menjelaskan, aplikasi SIDASU dirancang memiliki enam menu utama. Antara lain menu data survei, input data survei, history, laporan, profil dan menu setting.

“Semuanya memuat informasi mengenai data monitoring lokasi yang memudahkan Pemda dalam memonitor kegiatan infrastruktur termasuk juga dalam hal pengarsipan dokumen sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan oleh pihak lain yang berkepentingan,” kata Nora.

Nora bilang, aplikasi tersebut sangat penting, mengingat sejauh ini pihaknya dalam melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi sering kali mengalami kendala.

Survey dengan metode manual sistem yang selama ini digunakan, memiliki kelemahan yang cukup berimplikasi pada akurasi data perolehan.

Diantaranya seperti lembaran survey yang tercecer atau pun hasil dokumentasi yang tidak maksimal akibat peralatan seadanya.

“Oleh sebab itu saya terobsesi menciptakan aplikasi ini sebagai jawaban atas kelemahan sistem survey manual selama ini,” ujar Nora (Sofyan).