Sebelum Divaksinasi, Anggota DPD Asal Maluku Minta Satgas Covid-19 Sosialisasi ke Warga

by
Mirati Dewaningsih membagikan masker ke warga.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Jatah vaksin sebanyak 15.120 buah vial vaccine Covid-19 untuk Maluku dari pemerintah pusat telah tiba di Kota Ambon.

Meski kedatangan vaksin Covid-19 ini menjadi angin segar ditengah pandemi Covid, namun disisi lain ada juga pelemik muncul di masyarakat terkait keamanan penggunaan vaksin.

Loading…

Mirati Dewaningsih, anggota Komite III DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku mengakui, banyak masyarakat yang masih tidak percaya akan kegunaan dan manfaat vaksin tersebut.

Bahkan ada yang menyebutkan ini adalah mainan pemerintah, perang bisnis hingga ada juga yang beranggapan vaksin dapat membahayakan tubuh manusia.

Dengan melihat persoalan-persoalan itu, Mirati meminta pemerintah daerah, Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas di Kabupaten/Kota se-Maluku untuk segera melalukan sosialisasi dan pemahaman secara medis terkait manfaat dari vaksin tersebut kepada masyarakat.

“Harus disosialisasi kepada masyarakat, bahwa jika tubuh manusia di vaccine (divaksin) covid 19 maka tubuh akan kebal dan tubuh tidak mudah terjangkit virus covid 19,” kata Mirati dalam siaran pers kepada Terasmaluku.com, Selasa (5/1/2021).

Mirati mengaskan vaksin ini merupakn langkah pemerintah yang harus didukung dalam memberantas Covid-19. Menurutnya pemerintah melakukan semua ini sudah melalui tahap-tahap penilitian dan pengujian yang ilmiah.

“Tim covid-19 harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa terkait pemberitaan bahwa vaksin ini membahayakan tubuh manusia dan dapat menyebabkan kematian adalah hoaks,” jelas Mirati.

Vaksin Covid-19 yang sudah tiba di Maluku rencananya akan dilakukan vaksinasi pada tanggal 14 secara serentak di Indonesia namum ini baru sebatas rencana.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito mengingatkan vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah didistribusikan ke sejumlah daerah belum boleh disuntikkan, sebab masih belum mengantongi izin penggunaan darurat atau EUA. (RED)