Sebelum New Normal, Gubernur Minta Pastikan Fasilitas Kesehatan Siap

by
FOTO: Priska Birahy

TEERASMALUKU.COM,AMBON, –  Gubernur Maluku, Murad Ismail meminta untuk siapkan fasilitas dan prasaran pendukung layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu dimaksud sebelum nantinya penerapan new normal di beberapa daerah.

BACA JUGA : MURAD: Kalau Mau marah, Marah Saya Saja, Jangan Anggota Gustu dan Nakes

“Kami akan rapat koordinasi dengan kabupaten kota untuk persiapan sebaik mungkin penerapan new normal sehingga tidak terjadi lagi peningkatan pasien. Zona merah harus berusha untuk bisa jdi oranye, kuning menjadi hijau serta hijau tetap dipertahankan. Hal ini jadi prioritas pertimbangan utama dalam penerapan new normal,” terang Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam keterangan pers di lobi Kantor Gubernur, Senin (1/6/2020) sore.

Dalam keterangan pers itu dia menyebut, Gugus Tugas Covid-19 Nasional merekomendasikan 102 kabupaten dan kota di Indonesia untuk penerapan new normal. Lima kota dan kabupaten diantaranya termasuk dari Maluku. Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara dan Kota Tual adalah daerah yang disiapkan untuk terapkan new normal.

Gubernur Maluku Murad Ismail menunjukkan obat dari Wuhan bantuan seorang rekannya kepada pasien covid-19 tanpa gejala di Maluku

Tentunya sebelum itu berjalan, gubernur meminta agar semua kesiapan dipastikan. Itu menjadi salah satu keseriusan pemerintah dalam menghadpi covid-19 di era new normal. Realisasinya perlu ada sistem penunjang kesehatan yang solid berupa ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan. Antara lain laboratorium, ruang isolasi, dokter spesialis dan sistem kesehatan.

Loading...

“Ruang isolasi ada ketambahan kota memakai KKP punya tempat. Namun sekarang ini kita ada perbaiki tempat-tempat yang masih belum biak dan masih kotor,” lanjut orang nomor satu di Maluku itu.

Dirinya juga menambahkan ada dukungan yang datang kepada provinsi Maluku. Yaitu berupa obat-obatan dari donator. Jumlahnya 1.200 butir yang akan diberikan kepada pasien covid-19 tanpa gejala. Murad merinci obat itu merupakan pemberian salah seorang temannya yang dikirim langsung dari Wuhan, Tiongkok.

Dalam tiap dus berisi 24 butir. “Makan 3 butir sehari dari Wuhan langsunng,” lanjut Mudar sambil menunjukkan obat tersebut. Meski begitu belum jelas dan rinci murad menjelaskan khasiat dan kegunaan atau cara kerja obat tersebut. Namun dia berharap obat yang telah dikonsumsi itu membantu para pasien.

Selain obat ada dirinya juga menerima bantuan kepada pemerintah Maluku serta tim gugus tugas berupa 5.000 potong masker. Sebelumnya, bantuan dari donatur di Jakarta itu mendatangkan 12 ribu masker. Nantinya, pemberian masker tersebut akan ditujukkan kepada warga Maluku yang belum kebagian serta yang hanya memiliki satu atau sedikit cadangan masker.

“Yakob teman saya serahkan ventilator. Itu lumayan mahal. Beliau tanya di Ambon ada berapa. Saya bilang ada tiga itu satu rusak. Rencana kasih tiga, lusa sampai di sini,” terangnya. Dalam keterangan pers itu dia menyebutkan tiga unit ventilator akan diberikan ke RSUD dr. Haulussy 2 unit dan di Rumah Sakit Tingkat II Prof. dr. J. A. Latumeten (RST) 1 unit. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *