Sebelum Pembelajaran, Awali Dulu Sosialisasi Protokol Kesehatan

by
Brimob Kompi 1 Batalyon A Pelopor berinovasi menyediakan wifi gratis bagi anak-anak sekolah yang kurang mampu untuk digunakan belajar secara online atau daring di Mako Kompi 1 Batalyon A Pelopor Brimob Polda Maluku kawasan Air Besar Kecamatan Baguala Kota Ambon, Sabtu (15/08/2020). FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji menegaskan, sebelum proses belajar mengajar dimulai oleh guru, baik itu melalui sistem belajar tatap muka maupun sistem daring, wajib diawali dengan sosialisasi protokol kesehatan 3M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Ini sebagai tindaklanjut dari Surat Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 77106/A.A7/EP/2020, tentang Pelaksanaan edukasi 3M. Surat tersebut berisi tentang imbauan bagi dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota, serta pimpinan perguruan tinggi agar seluruh satuan pendidikan melakukan edukasi 3M secara konsisten dan berulang.

Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan prinsip Kemendikbud mengenai pembelajaran masa pandemi, yaitu mengutamakan keselamatan dan kesehatan komunitas pendidikan, serta tumbuh kembang dan kondisi psikososial peserta didik.

“Jadi kita dalam memberikan pelajaran selalu sosialisasikan 3M , anak-anak saya kemarin turun ke kabupaten/kota sosialisasikan buat mereka, harus 3M, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker, selalu sebelum dimulai dengan yang lain, semua guru-guru setiap mau mulai harus sosailisasi 3M,”tuturnya saat dikonfirmasi di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (19/10/2020).

Loading...

Bahkan diakuinya, edukasi 3M oleh satuan pendidikan di Maluku itu sudah dilakukan sejak awal pandemi. “Yang di zona hijau saja pakai 3M, apalagi zona lain. Kan selain zona hijau tidak boleh (belajar) tatap muka,”sambungnya.

Untuk zona hijau saja lanjut diam jika ingin menjalan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah, maka harus mendapatkan persetujuan dari Satuan Tugas (Satgas) setempat, Komite Sekolah dan Orang Tua Siswa disamping juga harus taati protokol kesehatan.

“Salah satu dari tiga unsur ini tidak setuju berarti tidak bisa jalan belajar tatap muka. Dan wajib terapkan protokol kesehatan, siapkan handsanitizer, tempat cuci tangan dan sebagainya. Jumlah siswa juga dibatasi hanya 50 persen,”tandasnya.

Terkait pencegahan covid-19 di Kantor Disdikbud Maluku, kata Sangadji, sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Ini menyusul 40 pegawai Disdikbud Maluku positif covid-19 dari total hampir 300 pegawai yang diswab. “Dari 40 pegawai yang positif ini, delapan sudah sembuh,” katanya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *