Segera Bangun New Port dan Pemindahan Pelabuhan Peti Kemas

by
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Jasra Yuzi Irawan saat menjelaskan terkait pembangunan new port di Pulau Ambon, (11/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Maluku bakal punya new port berskala internasional. Pelabuhan ini juga rencananya akan jadi pelabuhan peti kemas menggantikan pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Kedatangan tiga menteri empat hari lalu di Ambon salah satunya untuk membahas realiasi pembangunan pelabuhan. Mereka antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Sakti Trenggono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Loading…
Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Ada tiga lokasi yang sedang dalam penentuan. Lokasi yang jadi incaran yakni di sekitaran Tulehu dan Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Jasra Yuzi Irawan menjelaskannya kepada sejumlah wartawan pagi tadi, (11/2/2021).

Jasra mengatakan rencana pembangunan itu nantinya untuk mendukung Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). “Dalam rangka LIN ada new port yang dibangun berskala internasional. Dan ada pelabuhan yang terintegrasi di sana,” jelasnya usai kegiatan ramah tamah di KSOP Kelas I Ambon dengan awak media dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Kedepannya, kata Jasra, peti kemas atau kontainer yang ada di pelabuhan Yos Sudarso akan dipindahkan ke new port. Nantinya pelabuhan di Ambon itu akan difokuskan pada pelabuhan pariwisata dna penumpang.

Salah satu alasannya, kapasitas lahan yang tak memadai untuk menopang aktivitas pelabuhan. “Karena pelabuhan Ambon dudah tidak bisa dikembangkan lagi di sisi darat. Jadi mau tambah luasan untuk peti kemas tidak biasa,” terangnya.

Pihaknya menyebut Ambon akan berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang dan menjadi wilayah penyokong di timur Indonesia. Untuk itu butuh persiapan pelabuhan yang terintegrasi satu dengan lain.

Apalagi new port digadang-gadang harus tuntas sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tinggal tiga tahun lagi. Sementara itu KSOP lebih banyak mengambil peran dalam keselamatan lalu lintas laut.

“Kalau new port Ambon itu di bawah UPP TULEHU Perhubungan Laut. Nanti kami mungkin diperintahkan pusatuntuk back-up kegiatan. Sebenarnya kami lebih condong pada aspek kesematan pelayaran. Bagaimana arus masuk ke dermaga. Navigasi, kedalaman laut minimal 10 low water spring (LWS),” katanya merinci.

Harapannya new port juga akan membuka lapangan pekerjaan baru dan sektro ekonomi baru di Maluku. (PRISKA BIRAHY)