Sekarang Yamin Yatim Piatu Dan Andalkan Sumbangan Kematian Untuk Biaya Sekolah

by
Yamin, remaja 16 tahun kini hidup sebatang kara, yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Yamin kini tinggal bersama bibinya di Silale Kota Ambon. FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kisah Rasilu, pebecak yang dibui nyatanya sama pilu dengan kisah anak korban meninggal. Maryam perempuan yang meninggal usai becak diserempet itu meninggalkan seorang anak. Yamin, remaja 16 tahun kini hidup sebatang kara, yatim piatu.

Mau tak mau Yamin harus berjuang untuk hidupnya sepeninggal kedua orang tuanya. Dia tercatat sebagai siswa SMK Muhammadiyah Ambon dan tengah ikut ujian nasional (UN). Terucap sebuah cita-cita sederhana dari mulutnya.

Yamin yang tak lagi bersama ayah ibu ini ingin menjadi seorang anggota Polri. Katanya, itu sebagai hadiah untuk membahagiakan orang tua meski mereka telah tiada. “Beta cita-cita mau jadi polisi,” kata Yamin saat ditemui di rumahnya di kawasan Silale Kota Ambon, Selasa (5/3/2019).

Ibunya meninggal dalam peristiwa kecelakaan becak yang dibawa Rasilu. Korban menjadi penumpang becak. Sedangkan ayahnya meninggal jauh sebelumnya.

Loading...

Untuk tetap bisa wujudkan cita-cita, Yamin tentu harus tetap sekolah. Sejak kepergian Maryam dan ayahnya, Yamin kini tinggal dengan bibinya. Usai bersekolah, dia punya tugas lain. Yakni membantu bibinya berjualan. “Beta belajar, main dan bantu-bantu tante jualan ayam lalapan di Silale,” tutur Yamin

Sedangkan sang bibi, Ramliaiti tidak bisa berbuat banyak karena dirinya juga masih banyak kekurangan. “Kita juga punya ekonomi rendah, mungkin selesai sekolah dia (Yamin) bisa bantu-bantu atau mencari pekerjaan,” ujar Ramliati.

Baginya, Yamin termasuk anak yang pendiam, apalagi sejak kejadian itu, psikologinya sangat terganggu. Dia seperti menanggung banyak beban sejak kedua orang tuannya mangkat. Status yatim piatu, hidup sendiri, tanpa kakak seperti membawa kebimbangan baginya yang belum genap 17 tahun itu. “Kita selalu kasih semangat buat Yamin, karena dia sangat rasa terbebani karena tidak ada orang tua lagi,” sebutnya lagi.

Untuk saat ini, biaya sekolah Yamin bergantung dari sumbangan yang diperoleh saat Maryam meninggal dunia. Ada juga sumbangan lain dari warga untuk kehidupan sehari-hari. Mereka berharap jangan hanya Rasilu yang dilihat tapi juga bisa melihat anak dari korban. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *