Sekjen Kemenag : Maluku BIsa Jadi Embarkasi Haji Untuk Wilayah Timur

by
(kiri ke kanan) Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Gubernur Maluku Murad Ismail, Kakanwil Kementerian Agama Maluku Jamaludin Bugis, Sekjen Kementerian Agama, Nizar Ali dan Dirjen Binmas Kristen Protestan Thomas Pentury, saat peresmian Asrama Haji Antara di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Ahad (7/2/2021). (ANTARA/Jimmy Ayal)

TERASMALUKU.COM, AMBON– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Nizar Ali menyatakan Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon bisa dijadikan pusat embarkasi haji untuk wilayah Timur meliputi provinsi Papua, Papua Barat, Maluku Utara (Malut) dan Maluku.

“Saya yakin dalam dua hingga tiga tahun ke depan Maluku bisa jadi embarkasi haji untuk wilayah timur,” kata Sekjen Nizar Ali saat meresmikan Asrama Haji Antara di Desa Waiheru, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (7/2/2021).

Menurut Sekjen yang hadir mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, ada sembilan syarat utama yang perlu dipenuhi untuk menjadi embarkasi haji diantaranya mampu menampung paling kurang dua kloter setiap hari keberangkatan, panjang landasan pacu bandara harus 3.000 meter serta lolos verifikasi pemerintah Arab Saudi.

Dia memandang keberadaan Asrama Haji Antara di Ambon yang diberi nama Wisma Musdhalifah, sangat tepat untuk mendukung upaya menjadikan Maluku sebagai embarkasi di wilayah timur.

“Bagi saya Maluku sangat strategis menjadi embarkasi haji di wilayah timur, Dengan asrama Haji Antara ini maka calon jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci tidak perlu lagi menginap di Asrama haji di Makassar, tetapi hanya transit untuk menukar pesawat saja, karena berbagai dokumen sudah diselesaikan,” katanya.

Saat ini, Maluku didukung Pemerintah provinsi setempat membangun satu asrama baru yang mampu menampung satu kloter calon jemaah haji, maka wilayah ini bisa ditetapkan sebagai embarkasi untuk wilayah timur, dan tidak perlu transit di Makassar, Sulsel.

“Kami mendorong Kanwil Kementerian Agama Maluku terus membangun koordinasi bersama Pemprov Maluku untuk membangun satu lagi asrama haji. Apalagi saat ini tersedia lahan yang sudah dibebaskan dan diserahkan Pemprov untuk Kanwil Agama Maluku,” katanya.

Dengan menjadi embarkasi haji, maka calon jemaah haji asal empat provinsi yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan Malut, bisa langsung diberangkatkan dari Ambon menuju ke Makkah dan Madinah, tanpa transit di daerah lain.

“Sekarang tinggal kita tunggu komitmen Pemprov Maluku. Saya rasa Pak Gubernur Murad Ismail bersedia merealisasikannya,” ujar Sekjen yang mengaku juga telah membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemprov Maluku.( Jimmy Ayal/Antara)