Sekot Nilai Janggal Aksi Protes Warga Silale

by
Tangkapan layar video amatir warga Silale tolak rapid test pagi tadi, (4/6)

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G Latuheru menduga ada kejanggalan pada aksi protes warga Silale terhadap petugas kesehatan yang hendak melakukan rapid test. 

“Saya menduga aksi protes itu sengaja dipermainkan oleh orang untuk menghasut warga,” kata Latuheru kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Ambon, Kamis (4/6/2020).

Menurut dia, kalau memang itu adalah aksi protes secara spontan oleh warga, maka dalam aksi tersebut tidak terdapat spanduk dan tulisan-tulisan lainnya. Namun nyatanya, saat petugas datang warga langsung protes dengan menggunakan spanduk. Atau dengan kata lain ada yang telah disiapkan terlebih dahulu.

Sekot Ambon, A.G. Latuheru

 

 

 

“Kalau bilang itu protes secara spontan seng ada spanduk, tapi tadi (saat demo) itu ada spanduk,” tegas Latuheru. Dia mengaku, petugas belum sampai di tempat tujuan sudah dihadang di depan lorong, sehingga hal ini tentunya sudah direkayasa oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Loading...

“Kalau menolak karena seng ada hasil itu tidak mungkin, beta seng bilang rapid yang akan dilakukan itu salah persepsi tapi ada orang yang bermain,” ujarnya.

Harusnya, kata Latuheru, warga mendukung petugas melakukan rapid test terhadap keluarga. Karena rapid test yang dilakukan itu berdasarkan hasil lacak jejak dari petugas kesehatan oleh pasien.

Dia juga menantang, siapapun untuk bisa membuktikan kalau bencana kesehatan covid-19 ini adalah ladang bisnis. Sebab lanjut Sekot  di Kota Ambon ini tidak ada yang sudah kaya karena bencana ini. “Sapa yang bisa buktikan kalau bencana ini ladang bisnis, semua orang di Ambon ini lagi setengah mati,” kata Latuheru.

Kamis pagi puluhan warga Silale berunjukrasa memprotes kedatangan petugas medis yang akan melakukan rapid test terhadap anggota keluarga seorang pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial A. Warga menolak karena sudah sebulan A dirawat namun hasil swab untuk membuktikan A positif covid-19 belum juga diberikan kepada keluarganya. Keluarga menyatakan siap menjalani rapid test asalkan tim medis memperlihatkan hasil swab orang tua mereka yang menyatakan positif. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *