Sektor Usaha Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Negeri Morella

by
PT. Pertamina (Persero) MOR VIII TBBM Wayame, Pokmas Hausihu Morella dan Program USAID menandatangani nota kesepahaman Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) di Negeri Morella, Kamis (22/2).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kelompok  Masyarakat  (Pokmas) Hausihu Morella menandatangani nota kesepahaman dengan PT. Pertamina (Persero) MOR VIII TBBM Wayame dan  program USAID Adaptasi  Perubahan Iklim dan Ketangguhan  (APIK) di Negeri Morella Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (22/2). Penandatanganan ini mengukuhkan kerjasama guna meningkatkan ketangguhan masyarakat Negeri Morella dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana melalui penyediaan teknologi, peningkatan pengetahuan, dan akses informasi.

Negeri Morella terletak di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dengan jarak 35 km dari Ambon. Kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Dalam kurun waktu 1972–2017, Negeri Morella mengalami berbagai bencana terkait cuaca seperti banjir, gelombang tinggi, longsor, maupun abrasi yang berdampak besar terhadap masyarakat.

Misalnya, produksi pala dan cengkeh menurun akibat bunga yang gugur dan buah yang rusak diterpa curah hujan tinggi  Kualitas panen menurun karena pengeringan tak maksimal akibat musim hujan yang berkepanjangan. Nelayan pun menjadi sulit melaut karena cuaca tak menentu.

BACA JUGA : Pertamina Bangun Lagi Dua Lokasi BBM Satu Harga di Maluku

Menurut Kajian Risiko Bencana Negeri Morella yang dilakukan Pokmas Hausihu, pemerintah negeri, dan USAID APIK, tingkat keterpaparan daerah ini terhadap perubahan kondisi iklim tergolong tinggi. Berangkat dari kajian tersebut, Pokmas kemudian merumuskan sebuah rencana tindak lanjut yang menjawab kebutuhan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dari sektor yang terkena dampak.

Guna mengimplementasikannya, USAID APIK berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) MOR VIII Terminal BBM Wayame melalui program Corporate Social Responsibility yang mendukung rencana aksi Pokmas, terutama yang berfokus pada penguatan sumber penghidupan masyarakat.  Dukungan yang diberikan mencakup, pengadaan pengering bertenaga surya (solar dryer),  pelatihan teknik sambung pucuk (grafting) serta rumah pembibitan dan  pembuatan papan elektronik layanan informasi cuaca dan iklim.

Pihak Pertamina, Pokmas Hausihu dan pihak USAID

Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Operation Head TBBM Wayame, Mohammad Ali Basah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program kolaborasi Pertamina dan USAID APIK.  “Kerjasama CSR Pertamina dengan program USAID APIK khususnya di kawasan Negeri Morella ini diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang telah disusun,” ujar Ali. Ali berharap dukungan Pertamina ini  dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang sebesar-besarnya di Negeri Morella.

BACA JUGA :  PLTP Karaha Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir Februari 2018

Dua puluh pengering berskala rumah tangga dan rumah pembibitan berisi 500 bibit tanaman pala dan tanaman durian ditempatkan di Morella, sementara papan layanan informasi cuaca akan tersedia guna membantu nelayan mengetahui cuaca sebelum pergi mencari ikan. Pengering tenaga surya menggunakan plastik UV yang dapat memerangkap sinar matahari sehingga pengeringan pasca panen dapat dilakukan lebih cepat, sekalipun dalam cuaca mendung. Tak hanya itu, panen pun lebih terjaga kebersihannya.

“Kami sangat menghargai dukungan Pertamina karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan. Di Morella biasanya panen cengkeh dan pala jatuh saat musim hujan, dan dengan adanya pengering, maka pengolahan hasil panen menjadi lebih baik. Selain itu, bibit tanaman buah dapat dibudidayakan oleh masyarakat untuk tambahan pemasukan,” kata  Kepala Desa Negeri Morella, Yunan Sialana.

USAID APIK mengapresiasi PT Pertamina MOR VIII Terminal BBM Wayame dalam mendukung masyarakat Negeri Morella. Direktur Program USAID APIK, Paul Jeffery mengatakan, “Untuk mencapai masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, dan dengan bekerja sama, maka upaya untuk meningkatkan ketangguhan menjadi lebih ringan. Pada akhirnya, semua  pihaklah  yang  akan  merasakan  manfaatnya  di  tengah  kondisi  cuaca  dan  iklim  yang  kini  semakin ekstrem dan tidak menentu,” kata Paul.

Paul juga mengungkapkan dukungan bagi  Negeri  Morella  masih  akan  berlanjut  dengan  pendampingan  untuk  meningkatkan keterampilan  dan  penguatan  kelembagaan  Pokmas,  sehingga  masyarakat  Morella  tak  hanya  menjadi masyarakat yang tangguh, namun juga berdaya. (ADI)