Selain Gizi Buruk, Ternyata Ada Juga Gizi Kurang dan Stunting di Maluku...

Selain Gizi Buruk, Ternyata Ada Juga Gizi Kurang dan Stunting di Maluku Tengah

SHARE
Bayi Flafianus, penderita gizi buruk dari Desa Piliana tengah dirawat di Puskesmas Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus gizi buruk dan gizi kurang di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sudah bukan hal baru. Data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Malteng masuk area yang jadi fokus penanganan gizi buruk di Maluku.

Belum lagi data yang berhasil dihimpun di lapangan menemukan ada beberapa anak dengan kondisi kesehatan yang butuh perhatian lebih oleh tenaga medis. Kader Kesehatan dan warga Desa Piliana yang ditemui pun membenarkan hal itu. Bahwa dalam tiap kelahiran bayi di desa mereka, ada kemungkinan bayi lahir dengan status gizi kurang hingga buruk. Bahkan bisa terjadi sejak masa kehamilan.

Meski begitu perhatian dinas maupun tenaga kesehatan terasa dingin bagi warga yang tinggal di kaki Gunung Binaiya itu. Pihak Dinkes Kabupaten Malteng yang dihubungi Terasmaluku.com beberapa waktu lalu melalui Sekretaris Dinkes juga tak mengetahui dan tidak berkomentar akan hal itu.

Padahal Desa Pilianan dan Kota Masohi, Ibukota Kabupaten Malteng hanya berjarak sekitar 3 jam berkendara dengan mobil. Beruntung kini kondisi anak gizi buruk telah mendapat perawatan di Puskesmas Kecamatan Tehoru usai adanya liputan di media. “Saat ini sudah dirawat. Kondisinya distabilkan,” kata staf bagian gizi Dinkes Provinsi Maluku, Martjie Lekatompessy kepada Terasmaluku.com, Selasa (7/8/2018) siang.

Berdasar rilis dari Dinkes Malteng, para bayi dan balita yang masuk KLB Gizi Buruk tengah ditangani tenaga medis. Bahkan dari data itu ada juga yang mengalami gizi kurang dan stunting. Berikut detilnya.

Status Gizi Buruk di Desa Piliana

  1. Flafianus Ilelapatoa
  2. Welsamina Ilelapatoa

Status Gizi Kurang

  1. Fredekok Ilelapatoa
  2. Alfaro Latumutuany
  3. Brael Latumutuani
  4. Defita Latumutuani

Anak Stunting

  1. Flasianus Ilelapatoa
  2. Alfaro Latumutuany
  3. Brael Latumutuani
  4. Marti Ilelapatoa

“Sudah beberapa kali kami minta mereka (Dinkes Malteng) buat lapor data anak stunting agar ada percepatan pengurangan kasus stunting. Sebab malteng masuk dalam fokus stunting,” jelas Martjie. Setelah ini Dinkes Provinsi Maluku akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Maluku untuk membahas hal itu. Pihaknya belum memastikan kapan akan mengunjungi Desa Piliana serta dua bayi yang telah dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. (BIR)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...