Selamat Datang Terminator Korupsi di Maluku

Selamat Datang Terminator Korupsi di Maluku

SHARE
Brigjen Polisi Akhmad Wiyagus FOTO : FRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Selepas resmi dilantik menjadi Wakapolda Maluku Brigjen Polisi Akhmad Wiyagus melakukan pertemuan perdananya sekaligus first appearance, penampilan pertama dihadapan beberapa wartawan di ruang Kapolda Maluku, Jumat (22/6/2018) pagi. Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri itu menyapa sejumlah wartawan sekaligus memperkenalkan diri sebelum memulai tugas barunya di Maluku.

Dari kiri Brigjen Pol Hasanuddin, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus.

Pria berdarah Sunda ini menggantikan posisi Brigjen Polisi Hasanuddin. Pergantian posisi pada institusi kepolisian ini tentunya memberikan angin baru di Maluku. Wiyagus, memiliki catatan perjalanan yang matang dalam pemberantasan korupsi. Bahkan hingga hari ini, dirinya masih menjabat Direktur Tipikor di Bareskrim Polri. Hal ini berarti salah satu area bermain Wiyagus berfokus pada tindak pidana korupsi di Maluku.

BACA JUGA : Jabatan Wakapolda Maluku Diserahterimakan

Di hadapan sejumlah wartawan, pria asal Tasikmalaya Jawa Barat itu mengatakan dirinya lebih dulu berkiprah bersama lembaga independen negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi. “Waktu awal-awal KPK dibentuk itu kami gelombang pertama. Babat alas,” sebutnya. Sepak terjang Wiyagus dalam memberantas korupsi dimulai pada 2005, saat awal KPK dibentuk.

Wiyagus menjabat Kasatgas dan memimpin selama empat tahun. Dirinya juga pernah memegang tanggung jawab sebagai Kapolres Sumedang pada 2008. Usai itu, Wiyagus kembali memperkuat tim pemberantasan korupsi sebagai Kasubdid Tipikor Direktorat Tipikor Bareskrim Polri 2010-2013. Selama lebih dari 10 tahun berjibaku dengan urusan korupsi, Wiyagus benar-benar membuktikan dedikasinya pada negara.

Sejak 2013-2017 pihaknya berhasil mengembalikan kerugian negara dari tindakan korupsi senilai 36 triliun rupiah. Jumlah fantastis serta kerja yang agresif dari pihaknya untuk menyelamatkan uang negara yang dibawa kabur para koruptur. “Semoga kehadiran saya bisa bikin Maluku jadi lebih produktif. Dan sudah ada laporan indikasi korupsi di sini,” celetuknya sambil tersenyum.

Bagi Wiyagus penugasa dirinya ibarat doa yang dikabulkan. Sebelumnya dia berencana berlibur ke tanah raja raja ini. “Ipar saya itu orang Ambon, jadi skalian mau jalan-jalan juga ke Ambon,” lanjutnya. Saat disinggung mengenai tindakan korupsi di Maluku, Wiyagus menyebut dirinya telah mengantongi sejumlah kasus yang terindikasi korupsi.

Untuk diketahui pada April 2018, Febri Diansyah, Juru Bicara KPK membeberkan ada sebanyak 235 laporan di Maluku, 155 kasus diantaranya indikasi korupsi. Menurut Wiyagus pada 2018 terdapat enam kasus korupsi yang sedang ditangani pihak penyidik.Kedatangnnya di Maluku, diharapakan dapat membawa angin segar dan memberi perubahan baik dalam memberantas korupsi. Warga Maluku, tunggu tanggal mainnya.(BIR)

loading...