Selamat Tinggal Maluku, Tanahnya Para Pemaaf Oleh : Frans Pati Herin

by
Frans Pati Herin, Jurnalis Kompas. FOTO : DOK. PRIBADI

HARI ini saya meninggalkan Kepulauan Maluku, tanah yang pada tujuh tahun enam bulan dan sepuluh hari silam, saya jejaki untuk pertama kalinya.

Saya pasti akan selalu rindu dengan tanah ini. Rindu tentang berjuta cerita di 57 pulau yang pernah saya datangi, mulai dari Morotai di utara sampai Lirang di selatan.

Saya memang terlanjur sayang dengan tanah ini. Magisnya memikat. Bahkan, istri saya yang baru dua kali ke Ambon pun merasa jatuh cinta. Ia berencana membawa anak kami, Delia, berlibur ke Ambon. Sayang pandemi membuyarkan mimpi itu.

Jujur, sebelum ke Maluku saya sempat khawatir akan cerita kelam konflik sosial bernuansa agama. Namun bayangan itu sirna saat saya, penganut Katolik asal NTT, mengalami sendiri kebaikan orang Maluku yang tulus membantu tanpa melihat latar belakang.

Saya pernah ditolong saat jatuh motor di depan Lorgi Batumerah Kampong. Dibantu saat liputan tambang liar Gunung Botak. Ikut nelayan meliput ilegal fishing di Laut Seram. Disambut ramah tetua adat Suku Bati. Juga didoakan khusus oleh pendeta Gereja Protestan Maluku di pegunungan Pulau Seram. Dan banyak lagi….

Yang membuat saya bangga dengan orang Maluku adalah kendati banyak dari mereka itu mudah tersulut amarah tapi paling cepat pula memaafkan orang. Bahkan, rasa sayang mereka kepada orang yang meminta maaf dengan tulus itu akan berlipat ganda.

Rasa saling memafaat itu barangkali menjadi modal bagi orang Maluku dalam meredakan konflik sosial secara alamiah. Banyak orang tak menyangka, konflik Maluku bisa reda dengan cepat.

Saling memaaf sering saya temui dan alami sendiri. Izinkan saya menjuluki Maluku sebagai tanahnya para pemaaaf.

Memang terlalu banyak pengalaman di Maluku yang tak akan habis ditulis. Sebagiannya tersusun dalam 3.426 artikel di Harian Kompas dan Kompas.id yang telah saya narasikan.

Terima kasih untuk semua orang Maluku. Dong paleng bae ee.. Saya tidak bisa sebutkan satu per satu. Saya juga mohon maaf atas kesalahan saya selama bertugas di sini.

Danke banya eee…
Sampa baku dapa di lain waktu.

Salam dari beta dan keluarga

Senin (14/6/2021) Penerbangan GIA Ambon-Makassar

Penulis : Frans Pati Herin, Jurnalis Kompas