Selundupkan Sabu di Alat Kelamin, Perempuan Ini Divonis 10 Tahun Penjara PN Ambon

by
Ketua Majelis Hakim Ismail Wael (tengah) tampak sedang membaca amar putusan kasus narkotika di ruang sidang virtual Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (24/6/2021). FOTO : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Selvia Rahayaan, terdakwa kasus narkotika dalam sidang yang berlangsung, Kamis (24/6/2021).

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Ismail Wael, menyatakan Selvia dan Hendro, terdawa lainnya terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I. Mereka melanggar pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Mengadili, menyatakan terdakwa agar dipenjara selama 10 tahun, denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan kurungan, serta memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” kata Ismail Wael saat membacakan putusannya.

Sidang putusan itu dihadiri Senia Pentury, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi Maluku. Di meja sebelah, terdapat Yani Tuhurima, penasehat hukum  terdakwa. Kedua terdakwa sendiri mengikuti sidang secara virtual.

Menurut majelis hakim, yang meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan. Mereka mengakui perbuatan tersebut. Sedangkan yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.

Vonis putusan majelis hakim terhadap kedua terdakwa sama dengan tuntutan JPU yaitu 10 tahun penjara dan denda Rp.800 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Selvia, perempuan 27 tahun ini ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku saat turun dari pesawat di Bandara Pattimura Ambon. Dari 200 gram narkotika jenis sabu-sabu yang ditemukan, 100 gram diantaranya tersimpan dalam kemaluannya.

Selvia saat ditangkap pada Selasa (24/11/2020).  Ia datang bersama seorang rekannya yaitu Hendro Kainama. Pria 26 tahun ini juga divonis hukuman serupa, yakni 10 tahun penjara.

Dalam berkas tuntutan jaksa menyebutkan, Selvia Rahayaan alias Epok merupakan warga Dusun Rete Lelemuku Kei, Desa Namlea, Kabupaten Buru. Sementara Hendro Kainama (26), warga Dusun Tomoruwey RT 002 RW 000 Kelurahan Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Penangkapan terhadap kedua terdakwa berawal saat petugas BNN Maluku menerima informasi dari informan. Kabar itu menyatakan mereka akan membawa narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dari Jakarta.

Dua terdakwa itu diketahui menggunakan pesawat komersial Batik Air dari Jakarta menuju Kota Ambon. Dari informasi tersebut, anggota BNNP melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga proses penangkapan.

Keduanya diamankan setelah penyidik BNNP Maluku memperoleh ciri-ciri para terdakwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan ditemukan narkotika yang dibawa terdakwa Selvia. Ternyata terdakwa ini menyembunyikan barang bukti sabu satu paket di dalam vaginanya. Hasil interogasi mengungkap jika barang itu milik terdakwa Hendro.

Berdasarkan uji laboratorium, barang bukti sabu berbentuk kristal putih bening yang diamankan tersebut memiliki berat 192,86 gram. (HUS)