Semburan Panas di Tambang Gunung Nona Buru, 2 Penambang Tewas, 2 Lainnya Belum Ditemukan

by
Aparat TNI disiagakan di lokasi tambang Emas Gunung Botak Kabupaten Buru, pasca penutupan lokasi tambang ini sejak Sabtu (17/3) lalu. Foto : ADI (TERASMALUKU)

AMBON- Dua orang penambang  tewas terkena semburan lumpur panas di dalam lubang galian  pada  lokasi Tambang Emas Tanpa Ijin (PETI) Gunung Nona Desa Waepsalit  Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Sabtu (5/3).

Sedangkan dua penambang lainnya masih berada di dalam lubang galian yang tertimbun material dengan kedalaman sekitar 10 meter.  Keempat  penambang  tersebut  berada di   lubang galian untuk mencari emas, namun naas tiba –tiba  terjadi  semburan air panas disertai ledakan  dari dalam lubang galian sehingga menimbulkan korban jiwa.

Korban tewas adalah Saryadi Nacikit (22), asal Desa Waegeren Kecamatan  Lolongguba, ia tewas di dalam lubang  galian. Sedangkan korban Jhon (35), penambang asal Tolake, Kendari, Sulawesi Tenggara,  tewas saat dievakuasi ke Puskesmas Waekasar. Kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Sedangkan dua korban yang berada  di dalam lubang galian semburan air panas saat kejadian  belum ditemukan. Keduanya adalah Andi Bellen (28), penambang asal Dusun Billahen Desa Waegeren dan  Tinus (36) , penambang asal Sanger Sultra, dalam pencarian para penambang dan aparat keamanan.

Kapolres Pulau Buru AKBP Leo Simatupang kepada Terasmaluku.com, Minggu (26/3)  menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi Sayas Hukunala, keempat korban itu  berada di dalam lubang galian  dengan kedalaman sekitar 10 meter untuk mencari emas di lokasi tambang Gunung Nona.

“Saat penambang mencari emas di dalam lubang tersebut, tiba – tiba  terdengar suara ledakan dari lubang dan memuntahkan semburan lumpur panas setinggi 15 meter, sehingga menyebabkan jatuh korban. Dua  penambang meninggal dunia, dua lainnya masih dalam pencarian, ” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian, saksi mengeluarkan korban Saryadi Nacikit dan Jhon dari dalam lubang.  Namun dua penambang lainnya, Andi dan Tinus  masih di dalam lubang dan tertimbun tanah  sehingga sulit ditolong. Korban tewas dievakuasi  Puskemas Waekasar.

Kapolres menyatakan karena hujan  deras, dan lokasi yang jauh, anggotanya  baru bisa ke lokasi pada Minggu (26/3) ini untuk melakukan pencarian korban lainnya.   “Anggota  kami berusahan menuju ke lokasi kejadian pada Minggu ini, karena kemarin hujan deras, lokasinya  jauh  sehingga giat akan dilanjutkan Minggu ini,” kata Kapolres.

Tambang emas di Gunung Nona ditemukan awal Februari 2016, lokasinya berjarak sekitar 4 kilometer dari jalan utama Lintas Pulau Buru. Tambang emas Gunung Nona berjarak sekitar 60 km dari tambang emas Gunung Botak Petuanan Negeri Kayeli Kabupaten Buru. Tambang Gunung Nona makin ramai dari aktivitas penambangan ilegal pasca penutupan tambang Emas Gunung Botak pada Jumat  (17/3). ADI