Seminggu Puasa Listrik Padam Sehari Dua Kali, Warga Seram Selatan Unjuk Rasa Tagih Janji PLN

by
Pemuda Seram Selatan unjuk rasa di pintu samping PLN UIW Maluku Maluku Utara kawasan Trikora Kota Ambon tuntut PLN penuhi janji pulihkan listrik yang padam bahkan selama Bulan Ramadan, Senin (26/4/2021). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Puluhan pemuda asal Seram Selatan kembali berunjuk rasa di depan Kantor PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW-MMU) Senin (26/4/2021).

Mereka protes atas listrik yang langganan padam dan belum optimalnya penerangan 24 jam di Seram Selatan.

BACA JUGA : Pengunjuk Rasa Bikin Surat Pernyataan Minta Kepala PLN Tanggung Jawab

BACA JUGA : Begini Tanggapan PLN Atas Protes Layanan Listrik di Seram Selatan

Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIT, para pengunjuk rasa mendatangi Kantor PLN UIW-MMU di kawasan Tugu Trikora Ambon meminta pertanggungjawaban atas kondisi yang dialami masyarakat Seram Selatan

Mereka protes atas pemadaman terjadi selama sepanjang setahun dan diakui mengakibatkan kerugian ekonomi masyarakat. Bahkan sampai mengganggu jalannya ibadah.
Ini merupakan aksi kali keempat para pemuda mendatangi PLN.

“Selama delapan bulan katong disiksa oleh negara atas nama PLN. Katong bayar listrik. Kalau terlambat bayar langsung kasi mati tapi kalau ada masalah,” Seru seorang orator di depan pintu pagar samping Kantor PLN.

Para pengunjuk rasa bersikeras ingin bertemu dengan General Manager PLN untuk menyampaikan keluhan tersebut.

Dalam orasinya pemuda Seram Selatan yang pernah audiensi bersama dengan pihak PLN menagih janji. Pihak PLN berjanji untuk menghidupkan kembali energi listrik selama bulan Ramadan.

Sayangnya kenyataan di lapangan tidak demikian. “Sahur saja lampu mati. Bapak janjikan kepada kita selama bulan Ramadan aktivitas kembali normal. Tapi apa yang kami dapatkan, kami dapat pemadaman lampu selama bulan Ramadan. Selama buka puasa dan sahur kalau terjadi begitu (padam) apa yang dong rasakan,” teriak salah seorang orator.

Untuk diketahui sebelumnya sudah ada aksi dan dua kali audiensi dengan pihak PLN. Namun pada kenyataannya selama seminggu puasa total pemadaman sekitar 15 kali.

“Dalam sehari tu ada dua kali sampe tiga kali padam. Itu selama puasa hari pertama sampai ketujuh,” ujar salah satu peserta aksi. (PRISKA BIRAHY)