Semprot Air Ke Anggota Polisi Yang Naik Pangkat di Ambon

by
Tradisi unik 64 anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease yang naik pangkat, bersujud dan disemporti air oleh Kapolres di Halaman Mapolres, Senin (1/7/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Tradisi unik warnai upacara kenaikan pangkat 64 anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease. 60 anggota minus 4 PNS yang naik pangkat bertepatan dengan HUT Bhayangkara Ke-73 sujud syukur atas pencapaian sebagai anggota Polri di Halaman Mapolres Ambon, Senin (1/7/2019).

Selesai sujud syukur, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease AKBP Sutrisno Hadi Santoso menyemprotkan air ke arah anggotanya yang tengah bersuka cita atas kenaikan pangkatnya.

Loading…

Sambil berjalan jongkok, para anggota polisi ini disemprot air sekaligus mendapat ucapan selamat dari rekan-rekan mereka sesama anggota polisi.

Kapolres mengatakan, tradisi unik ini tidak bermaksud menyiksa anak buahnya. Mengingat kenaikan pangkat sangat penting, ia ingin memberikan kesan tak terlupakan untuk semua anggotanya yang berbahagia itu.

“Tradisi ini biar naik pangkat bukan menjadi hal biasa, naik pangkat harus jadi hal luar biasa mengingat sangat penting, tradisi seperti ini (sujud syukur dan semprot air-red) harus jadi kenangan untuk mereka,” ujarnya

Peringatan HUT Bhayangkara, kata Kapolres sesuai petunjuk Mabes Polri akan dilaksanakan pada 10 Juli. Upacara peringatan untuk tingkat Polres dipusatkan di Mapolsek.

Selain upacara, peringatan HUT Bhayangkara akan diisi pesta rakyat juga penyerahan tanda penghargaan kepada anggota Polri berprestasi dan masyarakat yang membantu tugas polisi mengungkap sejumlah kasus.

“Tanggal 10 nanti selain HUT Bhayangkara akan ada pesta rakyat. Kami akan berikan penghargaan untuk masyarakat dan anggota Polri yang berprestasi. Ada masyarakat dari Maluku Tengah dan Kota Ambon yang bantu polisi ungkap kasus besar,” jelas Kapolres.

Kapolres pun berpesan kepada anak buahnya tidak bersikap sewenang-wenang kepada masyarakat yang dapat menurunkan citra Polri. Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat setiap anggota harus hadir dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat. (ALFIAN SANUSI)