Sengketa Tanah di Batu Koneng Ambon, Satu Warga Tewas

by
Lokasi perkelahian warga di kawasan Batu Koneng Kota Ambon, Selasa (11/4). FOTO : IAN (TERASMALUKU)

AMBON- Perkelahian antar warga terjadi di kawasan Batu Koneng Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon pada Selasa (11/4) siang. Pemicunya, masalah sengketa tanah di wilayah tersebut. Akibat peristiwa ini seorang warga tewas dengan luka di sejumlah tubuhnya. Korban tewas adalah Subhan Marasabessy. Selain Subhan, kakak kandungnya Sayuti Marasabessy juga terluka akibat peristiwa itu.

Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease Kompol Bachri Hehanussa menyatakan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum insiden terjadi ada sekitar 20 orang warga datang dengan menggunakan alat tajam ke kawasan Batu Koneng. Mereka memasang pemberitahuan larangan membangun di sebuah lokasi pada kawasan itu karena tanah tersebut di klaim milik Hitu Lama.

Loading…

Tidak terima dengan tindakan tersebut sejumlah warga termasuk korban melarang sehingga terjadi keributan. Sempat terjadi baku lempar diantara warga. Korban dikeroyok warga hingga akhirnya tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Setelah peristiwa itu terjadi puluhan warga yang datang menggunakan alat tajam itu langsung melarikan diri. Sementara korban kemudian dievakuasi warga ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di kawasan Tantui,namun akhirnya meninggal dunia.

Hehanussa mengatakan, pihaknya mendapat informasi terjadi kontak fisik antara warga yang mengklaim tanah milik mereka dengan warga setempat. “Dari perkelahian itu terdapat satu orang meninggal dunia, sedangkan seorang lainnya terluka. Motifnya sementara diselidiki tapi informasi yang kami terima ini masalah sengketa tanah di lokasi,” kata Hehanussa.
Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com menyebutkan, masalah ini berkaitan dengan persoalan tanah bersengketa antara Hitu Lama dengan keluarga Dacosta, selaku pemilik tanah yang memberikan kuasa kepada korban Sayuti, kakak kandung korban tewas. Berdasarkan putusan MA tanah tersebut sudah dimenangkan pihak Dacosta.

Hehanussa menyatakan, untuk mengantisipasi meluasnya masalah ini, pihaknya meminta bantuan aparat TNI membantu mengamankan lokasi kejadian dan beberapa titik di Kota Ambon yang dianggap rawan. (IAN)